Wedakarna Dilaporkan ke Polda Bali

Polisi Akan Panggil Arya Wedakarna Terkait Kasus Dugaan Penganiayaan

Kombes Pol Andi Fairan memastikan pihaknya bakal memanggil anggota DPD RI asal Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna

TRIBUN BALI/I NYOMAN MAHAYASA/@sabrina
Anggota DPD RI, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna bereaksi dalam akun Facebook (FB)nya terkait pelecehan tempat suci yang dilakukan sepasang bule 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Bali, Kombes Pol Andi Fairan  memastikan pihaknya bakal memanggil anggota DPD RI asal Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III untuk dimintai keterangan.

Pria yang akrab disapa AWK itu akan dimintai keterangan terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap pria berinisial PTMD (21).

"Laporan sudah masuk ke kami, kami sudah memeriksa korban dan saksi saksi dan kami sudah mengusulkan untuk dilakukan visum.

Setelah semua itu selesai, kami pastikan yang bersangkutan (AWK) pasti kami panggil," kata Andi Fairan kepada Tribun Bali, Selasa (10/3) siang.

BREAKING NEWS! Arya Wedakarna Segera Dipanggil Polda Bali Terkait Dugaan Kasus Penganiayaan Ini

BREAKING NEWS: Senator RI Arya Wedakarna Diduga Aniaya Pemuda di Kampus Mahendradatta Bali

Arya Wedakarna (AWK) Dilaporkan ke Badan Kehormatan DPD RI

Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh AWK dilaporkan kuasa hukum korban, Agung Sanjaya Dwijaksara dari Komponen Rakyat Bali (KRB).

Belasan orang yang terdiri dari Sandi Murti, Puskor Hindunesia, Cakrawayu, ikut mengantarkan kuasa hukum korban ke Mapolda Bali pada Minggu (8/3) malam.

Waktu itu, Agung Sanjaya Dwijaksara mengungkapkan peristiwa dugaan penganiayaan yang dilakukan AWK terhadap korban terjadi di lingkungan Kampus Universitas Mahendratta, Jalan Ken Arok Denpasar Utara, Kamis (5/3) sekitar pukul 12.00 Wita.

Agung Sanjaya menyebut, dugaan penganiyaan yang dilakukan AWK terhadap  PTMD dipicu masalah sepele.

Siang itu, korban tanpa sengaja menjatuhkan tas milik AWK.

Tak terima tasnya jatuh, kata dia, AWK langsung memukul PTMD.

Akibatnya, korban mengalami memar di pelipis kanan.

Selain itu, korban PTMD juga dicekik hingga mengalami luka cakar pada leher.

Kuasa hukum menambahkan, korban dan AWK memiliki hubungan dalam pekerjaan, namun ia enggan merinci lebih detail. (*) 

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved