Pemkab Gianyar Akan Membuat Layanan Hotline Cegah Orang Bunuh Diri

Warga Gianyar yang memiliki masalah, penyakit, atau apa pun itu, bisa curhat ke nomor khusus. Kalian bisa konseling untuk kesampingkan niat bunuh diri

Gambar oleh Hamed Mehrnik dari Pixabay
Foto ilustrasi seseorang yang tampak sedang mengalami stres 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus bunuh diri pemicunya kadang hal-ihwal yang bersifat sepele yang semestinya bisa diatasi bersama. Namun tak dipungkiri ada juga karena masalah berat. Atas hal ini, Pemkab Gianyar pun menyiapkan pelayanan pencegahan bunuh diri.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengaku prihatin dengan kasus-kasus bunuh diri di wilayahnya. Misalnya anak nekat bunuh diri karena tidak dibelikan handphone dan yang paling marak bunuh diri akibat penyakit yang tak kunjung sembuh.

“Tidak dibelikan ponsel, bunuh diri, karena sakit juga bunuh diri. Kami akan buatkan pelayanan untuk mencegah orang yang mau bunuh diri,” ujar Mahayastra, Kamis (12/3//2020).

Mahayastra mengatakan, pelayanan ini berupa konsultasi lewat nomor hotline. Warga Gianyar yang memiliki masalah, penyakit, atau apa pun itu bisa curhat ke nomor khusus.

Di sana mereka bisa menyampaikan keluh kesah dengan tujuan agar keinginannya bunuh diri bisa diurungkan. Setelahnya, maka akan diupayakan untuk solusi terbaik tanpa harus mengakhiri hidup.

"Nanti mereka bisa telepon ke nomor khusus, petugas akan memberikannya imbuan, solusi dan jalan keluar supaya yang bersangkutan tidak jadi bunuh diri,” ujarnya.

Mahayastra masih melakukan kajian terkait teknis sampai jumlah personel yang dibutuhkan untuk menjalankan program ini. “Saat ini kami masih melakukan pendataan,” ujarnya.

Mahayastra tak merinci berapa jumlah kasus bunuh diri di Gianyar dengan alasan data yang tak tervalidasi. Namun kasus bunuh diri terbaru terjadi di Desa Sidan, Kecamatan Gianyar. Korban adalah Made B (40), ditemukan gantung diri di gudang belakang rumahnya. Pihak keluarga menyatakan korban diduga nekat mengakhiri hidup karena memiliki penyakit paru yang tidak kujung sembuh sejak lima tahun.

Kasus bunuh diri ini juga menjadi alasan Pemkab Gianyar menggelar Tawur Labuh Gentuh Gumi. Ini adalah penangannan secara niskala. Selain bunuh diri, uacara tersebut juga dilakukan akibat adanya wabah kematian ribuan babi secara misterius dan corona.

Faktor Pemicu

Dikutip dari aladokter.com, bunuh diri dapat memengaruhi siapa saja. Namun ada beberapa karakteristik dan kondisi yang meningkatkan risiko tersebut.

Seseorang mungkin lebih cenderung mencoba untuk bunuh diri jika memiliki gangguan mental. Sekitar 90 persen orang yang melakukan bunuh diri mengalami masalah psikologis.

Beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya bunuh diri di antaranya orang yang memiliki gangguan bipolar. Orang bipolar akan mengalami perubahan mood yang sangat drastis.

Tadinya merasa sangat gembira dan bersemangat, mendadak bisa berubah menjadi sedih, tidak bersemangat, dan bahkan depresi.

Faktor lainnya adalah depresi berat, skizofrenia, pernah mengalami pelecehan seksual, sosial dan ekonomi, serta menjadi korban perundungan.

Ketika ada orang yang menampakkan tanda-tanda bunuh diri, kita harus waspada. Berikan perhatian ekstra, rangkul dan ajak dia berkonsultasi atau ke dokter.

Amati gerak-geriknya jangan sampai dia berbuat hal-hal yang bisa membahayakan nyawanya, terutama ketika sedang sendiri.

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved