Frustasi Ditinggal Istri, Fadil Konsumsi Ekstasi

Berdalih frustasi akibat ditinggal istri, Fadil nekat mengonsumsi ekstasi

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Polisi menunjukkan barang bukti narkoba berupa sabu-sabu dengan berat total 1,66 gram bruto, serta empat butir pil ekstasi dan tujuh butir pil koplo alias pil anjing gila, yang disita dari tujuh orang tersangka kasus narkoba, di Buleleng, Bali, Jumat (13/3/2020). Frustasi Ditinggal Istri, Fadil Konsumsi Ekstasi 

Frustasi Ditinggal Istri, Fadil Konsumsi Ekstasi

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Berdalih frustasi akibat ditinggal istri, Fadlilah alias Fadil (29) nekat mengonsumsi ekstasi.

Pria asal Banjar Dinas Sumber Bunga, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, itu kini harus berurusan dengan polisi.

Fadil berhasil diciduk Satuan Narkoba Polres Buleleng, Sabtu (22/2/2020) sekira pukul 19.00 Wita, di Jalur Gerokgak-Gilimanuk, atau lebih tepatnya di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak.

Ia diciduk bersama rekannya, bernama I Kadek Suarjana alias Longoh (32), saat baru saja usai mengambil pesanan empat butir ekstasi, dan tujuh butir pil berwarna putih yang biasa digunakan untuk anjing gila.

Rencananya obat terlarang itu hendak mereka konsumsi bersama-sama.

Saat ditemui di Mapolres Buleleng, Buleleng, Bali, Jumat (13/3/2020), Fadil mengaku telah mengonsumi ekstasi itu sejak dua bulan belakangan ini, lantaran frustasi bercerai dengan istri.

Cegah Meluasnya Wabah Covid-19, Bali Akan Lakukan Pembatasan Kegiatan yang Melibatkan Orang Banyak

BREAKING NEWS: Pasien Positif Virus Corona Kabur dari Rumah Sakit, Tim Dokter: Dia Diam-diam Keluar

Barang haram tersebut mereka pesan dari seseorang berinisial J yang kini telah ditetapkan sebagai DPO.

"Saya ditinggal sama istri, jadi furstasi. Saya konsumsi ekstasi itu di rumah saja. Kalau yang pil putih itu (pil anjing gila) biar tenang saja, sementara ekstasinya biar nge-fly," singkat pria yang bekerja sebagai penjual ikan hias ini.

Kasat Narkoba Polres Buleleng AKP I Made Derawi mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, ekstasi tersebut dipasok dari Jawa, kemudian diedarkan di wilayah Kecamatan Gerokgak.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved