Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pasca Air Sungai Meluap, Kawasan Taman Pancing Dipenuhi Sampah Berserakan

Aliran sungai yang meluap ternyata membawa banyak sampah yang kini terlihat berserakan setelah debit air menurun.

Tayang:
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Sampah berserakan di Kawasan Taman Pancing di Kawasan Taman Pancing, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, Jumat (13/3/2020). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM - Aliran Tukad Badung di Kawasan Denpasar sempat meluap di sejumlah titik saat terjadi hujan pada, Kamis (12/3/2020) sore kemarin.

Salah satunya, di Kawasan Taman Pancing, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

Aliran sungai yang meluap ternyata membawa banyak sampah yang kini terlihat berserakan setelah debit air menurun.

Pantauan Tribun Bali, banyak sampah berupa kemasan makanan, bungkus rokok, plastik dan sebagainya.

MD Pictures Putuskan Penayangan Perdana Film KKN di Desa Penari Ditunda

Mikel Arteta Positif COVID-19, Pusat Latihan Arsenal Ditutup, Liga Inggris Gelar Rapat Darurat

IHSG Anjlok 5,01%, Perdagangan Saham di BEI Dibekukan Sementara Pukul 09.15 JATS

Koordinator Komunitas Tukad Badung, I Ketut Suwastika mengatakan, debit air sungai terpantau meningkat dan meluap hingga area Taman Pancing sekitar pukul 17.30 WITA.

"Kemarin meluap jam setengah 6 sore, setelah terjadi hujan dari jam 3 sore," kata Suwastika kepada Tribun Bali, Jumat (13/3/2020).

Luapan air sungai terjadi selama kurang lebih 4 jam.

"Jam 10 malam debit air mulai menurun, kemudian jam 12 malam sudah terpantau normal," jelasnya.

Menurutnya, kondisi serupa terjadi terakhir pada bulan Desember tahun 2018 lalu.

"Terakhir Desember 2018 lalu," katanya.

Ini Tips Parenting Agar Anak Menjadi Cerdas, Jangan Dikte Hingga Memaksimalkan Teknologi

Setelah air surut Komunitas Tukad Badung bersama sejumlah petugas kebersihan membersihkan sampah yang terbawa aliran air sungai yang meluap. Volume sampah, kata dia, sangat banyak.

"Curah hujan yang tinggi dan sampah kiriman dari anak sungai yg bermuara di tukad badung. Bukan banyak lagi pak sampahnya, sampai ada yang nyangkut di pohon-pohon dan pinggir bantaran sungai," paparnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved