Jatuh Bangun Membangun Bisnis Laklak 168, Yudi Sempat Berjualan Ayam Betutu

Gede Yudi Ariawan dan kakaknya sempat berbisnis kuliner khas Bali yaitu ayam betutu, namun bahan baku yang tidak stabil membuatnya berhenti

TRIBUN BALI/NOVIANA WINDRI
Gede Yudi Ariawan saat ditemui di Laklak Buleleng 'Laku 168' di Jalan Drupadi, Sumerta, Denpasar, Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kesuksesan yang diperoleh dari berjualan jajanan tradisional khas Bali yaitu laklak tidak didapatkan dengan cara instan.

Namun, nyatanya usaha tersebut juga memiliki cerita pahit.

Sebelum sukses dengan laklak, tenyata Gede Yudi Ariawan dan kakaknya sempat berbisnis kuliner khas Bali yaitu ayam betutu. 

Bisnisnya tersebut dimulai sejak tahun 2011, namun karena harga bahan baku saat itu tidak stabil membuat bisnis ayam betutunya terhenti.

Setelah 17 Debut Bareng TVXQ, Penyanyi K-Pop Changmin Akhirnya Rilis Album Solo Pertama

BREAKING NEWS - Warga Dalung Geger, Temukan Orok di Dekat SMP 2 Kuta Utara

Australia Tuntut Facebook Rp 7 Triliun Akibat Skandal Kebocoran Data Cambridge Analytica

"Pertama jualan ayam betutu. Nah, saat itu harga bahan baku ayam betutu tidak stabil. Jadi saya cari inovasi lain yaitu jajanan Bali laklak ini," ceritanya.

Melihat usaha jajanan tradisional di Denpasar saat itu belum ada, Ia mencoba peruntungan berjualan laklak sembari berjualan ayam betutu.

Usaha laklak sejak tahun 2016 yang saat itu Ia masih berusia 19 tahun dan baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas.

Sedangkan bisnis ayam betutu Ia hentikan pada tahun 2017 karena laklak lebih diminati dan bahan baku yang stabil serta terjangkau.

"Jualan jajanan tradisional masih lebih menjanjikan. Di sisi lain bahan baku juga lebih terjangkau harganya," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved