Breaking News:

Jatuh Bangun Yudi Berbisnis Ayam Betutu Hingga Laklak 168, Kini Omzet Rp 15 Juta Per Bulan

Jatuh Bangun Yudi Berbisnis Ayam Betutu Hingga Laklak 168, Kini Omzet Rp 15 Juta Per Bulan

Tribun Bali/Noviana Windri
Gede Yudi Ariawan saat ditemui di Laklak Buleleng 'Laku 168', Jalan Drupadi, Sumerta, Denpasar, Bali. Jatuh Bangun Yudi Berbisnis Ayam Betutu Hingga Laklak 168, Kini Omzet Rp 15 Juta Per Bulan 

Jatuh Bangun Yudi Berbisnis Ayam Betutu Hingga Laklak 168, Kini Omzet Rp 15 Juta Per Bulan

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kesuksesan yang diperoleh dari berjualan jajanan tradisional khas Bali yaitu laklak tidak didapatkan dengan cara instan.

Namun, nyatanya usaha tersebut juga memiliki cerita pahit.

Sebelum sukses dengan laklak, tenyata Gede Yudi Ariawan dan kakaknya sempat berbisnis kuliner khas Bali yaitu ayam betutu.

Bisnisnya tersebut dimulai sejak tahun 2011, namun karena harga bahan baku saat itu tidak stabil membuat bisnis ayam betutunya terhenti.

"Pertama jualan ayam betutu. Nah, saat itu harga bahan baku ayam betutu tidak stabil. Jadi saya cari inovasi lain yaitu jajanan Bali laklak ini," ceritanya.

Melihat usaha jajanan tradisional di Denpasar saat itu belum ada, ia mencoba peruntungan berjualan laklak sembari berjualan ayam betutu.

Usaha laklak sejak tahun 2016 yang saat itu ia masih berusia 19 tahun dan baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas.

Sedangkan bisnis ayam betutu ia hentikan pada tahun 2017 karena laklak lebih diminati dan bahan baku yang stabil serta terjangkau.

Halaman
123
Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved