Breaking News:

Hampir 50 Persen Orang Dewasa di Asia-Pasifik Alami Gangguan Tidur, Apa Saja Penyebabnya?

"Gangguan tidur sering kali dianggap sepele. Padahal, buruknya kualitas tidur seseorang dapat mempengaruhi kesehatan mental maupun fisik,"

kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Tidur merupakan cara terbaik untuk merelaksasikan tubuh dari banyaknya aktivitas yang dilakukan setiap hari, tetapi tidur yang dimaksudkan adalah tidur yang berkualitas.

Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Philips pada 13.000 orang dewasa di 13 negara, ternyata di tingkat global, kepuasan tidur masih rendah.

Penyebab rendahnya kepuasan tidur karena dipengaruhi faktor utama seperti kekhawatiran atau stres dan penggunaan ponsel.

Ingin Sehat Walau Sedang Bekerja ? Cobalah 20 Cara Sederhana Lebih Aktif Bergerak Selama di Kantor

Antisipasi Corona, Pemkot Denpasar Minta Sekolah Tak Melakukan Study Tour ke Luar Daerah

Punya Tekanan Darah Tinggi ? Cobalah Kebiasaan Sehat Ini, Bisa Menurunkan Tekanan Darah

Disampaikan Presiden Dikrektur Philips Indonesia, Pim Preesman, situasi ini dianggap mengkhawatirkan bagi orang dewasa di negara-negara Asia-Pasifik (APAC) yang disurvei.

"Gangguan tidur sering kali dianggap sepele. Padahal, buruknya kualitas tidur seseorang dapat mempengaruhi kesehatan mental maupun fisik, dan berujung pada penurunan produktivitas," kata Pim dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/3/2020).

Partisipan dalam survei yang merasa tidak puas dengan tidurnya mencapai 47 persen, dan hanya 36 persen atau 1 dari 3 orang yang percaya, mereka tidak memiliki kendali untuk mendapatkan tidur yang cukup.

Adapun kualitas tidur yang buruk dalam survei ini dilihat dari kegelisahan yang terjadi pada partisipan saat tidur di malam hari.

10 Langkah Sederhana Mencegah Penyakit Jantung

Ha Yeon Soo Akhirnya Menerima Permintaan Maaf Pertama Setelah 7 Tahun Mendapat Pelecehan Seksual

Ramalan Zodiak Cinta 15 Maret, Pisces Belajarlah Memahami Emosi, Energi Negatif Menganggu Aquarius

Terdapat 8 dari 10 orang dewasa atau 79 persen di APAC, bangun setidaknya sekali di malam hari.

"Hanya setengah yang mengerti penyebab mereka tidak mendapatkan tidur berkualitas di malam hari," kata dia.

Presentasi mereka yang tidak mengerti penyebab tidak tidur berkualitas mencapai 60 persen, dan mereka yang tidak tahu cara mengatasi kesulitan tidurnya mencapai 58 persen.

Dikatakan Pim, melihat dari faktor penghambat tidur, rasa khawatir dan stres tetap menempati posisi teratas yaitu mencapai 29 persen.

Diiringi dengan lingkungan tidur yang berisik, cahaya dan temperatur mencapai 15 persen, dan perangkat seluler seperti ponsel atau tablet mencapai 13 persen.

"Kondisi kesehatan seperti rasa sakit dan kesulitan bernapas, ada 9 persen," tuturnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hampir 50 Persen Orang Dewasa Asia-Pasifik Susah Tidur, Kok Bisa?"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved