Breaking News:

Terkait Pelaksanaan Melasti dan Pengarakan Ogoh-Ogoh Nyepi Saka 1942, Ini Imbauan PHDI Bali  

Terkait dengan adanya pandemi Virus Corona belakangan ini membuat beberapa pihak mengambil kebijakan untuk mencegah penularannya.

Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Pawai ogoh-ogoh di Jalan Gajah Mada tampak ramai dan meriah ditonton ribuan masyarakat Kota Denpasar, Rabu (6/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Terkait dengan adanya pandemi Virus Corona belakangan ini membuat beberapa pihak mengambil kebijakan untuk mencegah penularannya.

Begitupun terkait rangkaian dari pelaksanaan Nyepi Saka 1942 tahun 2020 ini.

PHDI Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana saat dikonfirmasi Senin (16/3/2020) petang mengatakan pihaknya akan mengeluarkan imbauan esok Selasa (17/3/2020) siang dengan melakukan konferensi pers di Jaya Sabha Kantor Gubernur Bali bersama dengan Gubernur Bali.

Terkait prosesi melasti, Sudiana mengimbau jika bisa cukup dengan ngubeng dari desa sendiri.

“Dari pura ngubeng boleh, ke beji taman boleh, kalau dekat segara boleh ke segara, desa itu saja yang ke segara. Yang lain kalau dekat campuhan, danau, di sana saja dulu karena situasinya seperti ini,” kata Sudiana.

Cegah Covid-19, Bupati Giri Prasta Terbitkan SE Larang Perjalanan Dinas dan Minta Bekerja dari Rumah

Satu Pasien Positif Virus Corona Meninggal di Bali, Gubernur Koster: Bali Masih Aman, Ini Alasannya

Pegawai Pemerintahan dan Pelajar di Bali Beraktivitas dari Rumah untuk Cegah Corona

Sementara itu terkait pengarakan ogoh-ogoh, pihaknya juga mengharapkan agar dilakukan di sekitar banjar saja.

Hal ini dilakukan agar tidak melibatkan banyak orang.

Selain itu ia juga mengimbau agar pelaksanaan pengarakan ogoh-ogoh ini dimulai pukul 17.00 Wita dan berakhir pukul 18.00 atau pukul 19.00 Wita.

“Kalau ogoh-ogoh cukup digerakkan di wilayah banjar setempat, di sekitar banjar agar tidak melibatkan orang banyak. Pelaksanaannya cukup mulai jam 5 selesai jam 6 atau jam 7 berhenti tidak usah panjang-panjang,” katanya.

Kebijakan Banyuwangi di Bidang Kesehatan untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Kebakaran di SDN 3 Pengotan Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Ditaksir Rp 140 Juta

Ia pun mengimbau agar umat lebih mengutamakan keselamatan apalagi mengingat keadaan saat ini.

“Utamakan selamat dulu, yang penting eedan Nyepi ini berjalan. Besok akan saya sampaikan keputusan lengkapnya siang, karena sekarang masih disusun. Namun intinya kami membatasi peserta agar tidak melibatkan banyak orang,” katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved