Atasi Serangan Virus Corona dengan Kasus Tertinggi di Luar China, Italia Kerahkan 10.000 Dokter Baru

Sementara, total kasus terkonfirmasi melonjak menjadi 27.980, menjadikan Italia negara yang paling parah di luar China.

ANDREA MEROLA
Turis yang mengenakan masker melindungi dari paparan virus corona mengunjungi Piazza San Marco, di Venesia, Italia, 24 Februari 2020 

TRIBUN-BALI.COM - Italia akan mengerahkan 10.000 dokter yang akan lulus dari sekolah kedokteran tahun ini untuk membantu pelayanan kesehatan yang sedang berjuang mengatasi serangan virus corona baru.

Sebanyak 2.158 orang meninggal akibat Covid-19 di Italia, sejak wabah muncul pada 21 Februari lalu.

Sementara, total kasus terkonfirmasi melonjak menjadi 27.980, menjadikan Italia negara yang paling parah di luar China.

Krisis telah mendorong rumahsakit ke titik puncak di episentrum penularan virus corona di Italia Utara, dan membuat daerah lain berjuang untuk memperkuat jaringan kesehatan mereka sendiri ketika jumlah yang terinfeksi meningkat secara nasional.

Melvin Platje Ungkap Sosok yang Buatnya Bersinar di Bali United

Lewati Barcelona dan Real Madrid, Liverpool Miliki Skuad Termahal di Eropa

Menteri Pendidikan Tinggi Gaetano Manfredi mengatakan, pemerintah akan mengizinkan lulusan fakultas kedokteran tahun ini mulai bekerja delapan atau sembilan bulan lebih cepat dari jadwal, dan mengesampingkan ujian wajib yang biasanya mereka lakoni sebelum bertugas.

"Ini berarti, segera melepaskan energi sekitar 10.000 dokter ke dalam Sistem Kesehatan Nasional yang merupakan dasar untuk mengatasi kekurangan tenaga medis yang diderita negara kita," katanya dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters.

Para lulusan sekolah kedokteran ini akan dikirim untuk bekerja di klinik dokter umum dan panti werda yang merawat para orangtua.

Sementara dokter yang lebih berpengalaman yang tadinya bekerja di klinik dan panti werda akan dikirim ke rumahsakit.

Selama tiga minggu terakhir, 1.135 orang membutuhkan perawatan intensif di Lombardy, wilayah Italia paling Utara yang paling terpukul wabah virus corona.

Wilayah ini hanya memiliki 800 tempat perawatan intensif, menurut Giacomo Grasselli, Kepala Unit Perawatan Intensif Rumahsakit Policlinico Milan.

Pihak berwenang Italia telah bekerja untuk menyiapkan ratusan tempat perawatan intensif untuk pasien Covid-19 di fasilitas yang dibuat khusus di pusat pameran Fiera Milano, tetapi masih menunggu respirator dan personel yang berkualitas. (*)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved