Breaking News:

Peneliti dari China Temukan Gejala Infeksi Corona pada Anak Lebih Ringan, namun Harus Tetap Waspada

Dalam satu kasus, ada anak yang hasil tes fesesnya positif Corona 13 hari setelah ia dipulangkan dari rumah sakit karena hasil swab hidung negatif.

Shutterstock via Tribun Jogja
Ilustrasi anak sakit 

TRIBUN-BALI.COM – Infeksi Virus Corona juga bisa dialami anak-anak, tetapi umumnya gejala yang mereka alami lebih ringan.

Namun, mereka tetap bisa menularkan infeksinya lama setelah gejalanya hilang.

Itu sebabnya para ahli menyebut keputusan untuk meliburkan sementara sekolah-sekolah dan menggantinya dengan kegiatan belajar online dinilai tepat.

Penelitian mengenai gejala Covid-19 pada anak dilakukan oleh peneliti dari China yang dipimpin oleh Huimin Xia dari rumah sakit anak dan wanita Guangzhou, melibatkan 745 bayi dan anak-anak di China.

Tertangkap di Hutan Setelah Bakar Istri di Dalam Truk, Pelaku Mengaku Tak Sengaja

700 WNI Ikut Tablig Akbar di Malaysia: 3 Dinyatakan Positif Corona, KBRI Lacak Data Peserta

Pemerintah Terbitkan Protokol Kesehatan Terkait Corona, Lakukan Ini Jika Mengalami Gejala COVID-19

Usia anak-anak yang diteliti itu mulai dari 2 bulan sampai 15 tahun dan semuanya pernah memiliki kontak dekat dengan pasien positif Covid-19.

Kabar baiknya, hanya 10 anak (1,3 persen) yang dites positif terinfeksi Virus Corona.

Semuanya dibawa ke rumah sakit, bukan karena gejala penyakitnya berat tetapi karena orangtua atau anggota keluarganya dites positif Corona.

Dari 10 anak tersebut, tidak ada satu pun yang mengalami gejala berat.

Tujuh anak mengalami demam, tetapi tidak ada yang melebihi 39 derajat Celcius.

Pesan Jokowi pada 3 Pasien Sembuh Corona, Diberi Hadiah Jamu Ini Sebagai Penambah Imunitas Tubuh

Kebijakan Pelayanan Publik di Banyuwangi: MPP Tetap Buka, Petugas Tak Lagi Bersalaman dengan Warga

Kapal Singapura Sempat Kirimkan Sinyal Tanda Bahaya, Ini Yang Didapat Tim SAR Setelah Penelusuran

“Beberapa anak mengalami batuk, sakit tenggorokan, dan hidung mampet. Tetapi, tidak ada satu pun yang memiliki gejala infeksi Corona yang dialami orang dewasa, seperti nyeri otot atau sakit kepala."

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved