RSJP Bali Sediakan Layanan Hotline

Virus Corona berpotensi menyebabkan orang lain mengalami stress hingga depresi. Mengantisipasi hal tersebut RSJP Bali Sediakan Layanan Hotline

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Direktur RSJP Bali, Dewa Gde Basudewa 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Merebaknya wabah virus Corona hingga wilayah Bali, tak ayal membuat masyarakat sekitar panik.

Wabah ini berpotensi menyebabkan orang lain mengalami stress hingga depresi.

Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi (RSJP) Bali, Dewa Gde Basudewa tidak memungkiri potensi tersebut.

Hal ini tidak terlepas lantaran Corona merupakan penyakit yang tergolong baru dan belum ditemukan obatnya.

Anggota DPRD Provinsi Bali Ini Masih Diperiksa, Belum Ditetapkan Sebagai Tersangka

Jika Indonesia Terapkan Lockdown, Ini Tiga Hal yang Perlu Diperhatikan Menurut Ahli Virus Asal Bali

Liga 1 Dihentikan Sementara, Arema FC akan Gelar TC di Kota Batu

Penyebarannya pun bisa melalui sejumlah media.

“Sesuatu yang baru ini berpotensi menyebabkan stressor. Stressor merupakan suatu keadaan maupun peristiwa yang memaksa keadaan, tubuh, dan perilaku kita untuk beradaptasi. Dan untuk mengatasi ini memang lebih berat, karena peyebab stressor ini tidak nampak mengingat penyebabnya berupa virus. Reaksi stressor inilah yang menyebabkan stress,” ujarnya saat ditemui Selasa (17/3/2020).

Basudewa berkata, masing-masing orang memiliki kemampuan untuk bangkit dari tiap tekanan (resiliensi).

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dengan upaya mengisolasi diri selama 14 hari.

“Secara teori 14 hari itu fase inkubasi virus tersebut untuk menyebabkan sakit dalam tubuh,” ucapnya.

Potensi stress akibat merebaknya virus Corona juga bisa ditimbulkan akibat rasa cemas berlebih lantaran takut tertular, maupun cemas akan pemutusan hubungan kerja.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved