Breaking News:

Corona di Indonesia

Siaga Corona, PHR di Bali Hilang Rp 1,6 T & Pengusaha Hotel di Badung Resah Pajak Tetap Ditagih

Seorang pengusaha hotel di Badung, Pande sangat menyayangkan masih ditagihnya pajak hotel dan restoran (PHR), padahal Indonesia siaga virus Corona.

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN BALI
Petugas PD Pasar melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Badung, Denpasar, Senin (9/3/2020). Penyemprotan dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. 

Sementara apabila hibah atau stimulus pengganti hanya Rp 3,3 triliun dibagi ke-10 destinasi maka hasilnya jauh dari harapan.

Padahal, tegas dia, sektor pariwisata Indoensia dengan 16 juta lebih wisman, sebesar 39 persen disumbang dari Bali pada 2019.

Sementara pariwisata di Bali dominan disumbang wilayah Badung khususnya Badung selatan.

Kontribusi devisa 28,5 persen dari Bali, sehingga harusnya proporsi bantuan stimulus ke daerah Bali yang berdampak signifikan pada pariwisata Indonesia lebih diutamakan.

Sehingga mempertahankan ekonomi pada rentang 5 persen masih teratasi.

“Minimal Rp 1,4 triliun lah ke Bali, ini second alternatif,” sebutnya.

Yang notabene berharap bisa Rp 1,6 triliun. Hal ini terus dinegosiasikan ke pusat agar program yang dicanangkan bisa berjalan sesuai harapan.

Untuk itu, ia menegaskan PMK harus segera turun sebelum tanggal 20 Maret 2020.

Kemudian relaksasi perbankan kepada industri dan karyawan khususnya di bidang pariwisata juga segera dilakukan.

“Kalau bisa karyawan diberikan keringanan selama setahun,” kata dia. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved