Ogoh-Ogoh Hilang Dicuri, STT Eka Dharma Suwitra Rampungkan Proyek “Bandung Bondowoso” Selama 3 Hari

Seeka Teruna Teruni (STT) Eka Dharma Suwitra seolah mendapat proyek “Bandung Bondowoso” mengerjakan ulang ogoh-ogoh untuk penilaian lomba pada Kamis

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Ogoh-ogoh yang dikerjakan ulang oleh STT Eka Dharma Suwitra untuk diikutsertakan dalam lomba Kota Denpasar, Kamis (19/3/2020) 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Setelah ogoh-ogohnya raib digondong maling 9 hari yang lalu, Seeka Teruna Teruni (STT) Eka Dharma Suwitra seolah mendapat proyek “Bandung Bondowoso” mengerjakan ulang ogoh-ogoh untuk penilaian lomba pada Kamis (19/3/2020) siang kemarin.

Proses penilaian ogoh-ogoh STT Eka Dharma Suwitra dilakukan oleh tim Dinas Kebudayaan Kota Denpasar di Banjar Batan Nyuh, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Bali.

Salah satu anggota STT Eka Dharma Suwitra, Putra menuturkan, pihaknya berhasil menyelesaikan pengerjaan ulang ogoh-ogoh berwujud Dewa Wisnu berwarna biru berkepala sembilan itu dari awal hingga tahap akhir dalam waktu tiga hari setelah kasus pencurian itu.

Hal ini seperti legenda Bandung Bondowoso yang harus menyelesaikan candi hanya dalam waktu semalam.

Terminal Mengwi Sepi, Perusahaan Otobus Hanya Siapkan Satu Kendaraan Setiap Hari

Terbukti Menguasai Hampir 3 Kg Sabu, Dua WN India Pikir-Pikir Dihukum 18 Tahun Penjara

Pastikan Keamanan Hadapi COVID-19, GoFood Luncurkan Layanan Pengantaran Tanpa Kontak Langsung

Ogoh-ogoh itu mampu diselesaikan oleh belasan anggota STT tersebut dengan rela begadang setiap sore hari hingga pagi hari tiga hari berturut-turut.

“Kita kerjakan dari awal, satu buah ogoh-ogoh yang hilang, tiga hari udah selesai pengecatan finishing sama seperti yang waktu hilang, pengerjaannya biasanya jam 4 sore ngumpul dikerjakan sampai jam 6 pagi, tiga hari berturut-turut gotong royong,” jelas dia kepada Tribun Bali, Kamis (19/5/2020)

Bahan baku untuk membuat ogoh-ogoh yakni menggunakan bahan ramah lingkungan, bambu, koran, kertas sampul buku hingga cat. Ogoh-ogoh setinggi 2,5 meter itu akhirnya tetap bisa diikutsertakan dalam lomba.

“Yang dinilai ada 3 ogoh-ogoh, walaupun ada musibah kita tetap berusaha memberikan yang terbaik, sudah lega sudah selsai penjurian, tadi penilaiannya sekitar 15 menit ada poin penilaian, hari ini kan kita urutan ke 31 dari 42 ogoh-ogoh di Denpasar Barat,” papar dia.

Kisah Menyentuh Hati Pejuang Corona di Indonesia, Dokter Ini Menangis & Berucap Kita Sudah Disumpah

Lockdown Tidak Cukup Ketat, Angka Kematian Akibat Virus Corona di Italia Lampaui China

STT Eka Dharma Suwitra Tak Ingin Cabut Laporan Maling Ogoh-Ogoh

Untuk diketahui, STT Eka Dharma Suwitra Tahun ini, ST tersebut membuat ogoh-ogoh dengan tema Boma Pralaya.

Ada tiga jenis ogoh-ogoh yang dibuat yakni Dewa Wisnu, Garuda, dan Raksasa.

Pada Selasa (10/3/2020) ogoh-ogoh Dewa Wisnu yang dibuat sejak Januari 2020 lalu, memasuki tahap 90 persen, hilang dicuri oleh anak muda yang kini sudah ditangkap menjalani proses hukum di Polsek Denpasar Barat.

STT Eka Dharma Suwitra pernah mendapatkan 3 kali juara berturut-turut. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved