Breaking News:

WIKI BALI

WIKI BALI - 6 Ogoh-Ogoh Ramah Lingkungan di Kota Denpasar Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1942

STT di Denpasar menuangkan ide kreatif membuat ogoh-ogoh dengan bahan ramah lingkungan. Berikut 6 ogoh-ogoh berbahan ramah lingkungan di Kota Denpasar

Tribun Bali/I Putu Supartika
Ogoh-ogoh Sanghyang Penyalin Banjar Dangin Peken Sanur, Denpasar, Bali. 

Pembuatan ogoh-ogoh ‘Legu Gondong’ sendiri dimulai sejak pertengahan Januari 2020 dengan anggara sebesar Rp 10 juta.

Ketua STT Dharma Subhiksa, Made Sandi Jaya menjelaskan biji-bijian yang digunakan didapatkan dari membeli dan sebagian didapatkan dari pemberian warga.

Sementara, untuk serbuk kayu didapatkan dari para pemuta STT mendatangi pengrajin kayu untuk meminta limbah serbuk kayu yang tidak dipakai.

Pemakaian bahan-bahan tersebut juga berdasarkan hasil diskusi dengan para pemuda STT untuk mendapatkan warna alami tanpa menggunakan warna buatan dari karakter ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh ‘Legu Gondong’ menggambarkan dua karakter yaitu legu atau nyamuk dan manusia.

Untuk biji-bijian digunakan pada bagian badan karakter ‘Legu’ atau Nyamuk yang warnanya didominasi hitam dan putih.

Serbuk kayu digunakan pada bagian badan karakter manusia untuk mendapatkan warna alami kulit manusia di Indonesia pada umumnya.

Sedangkan cangkang telur digunakan untuk kuku karakter manusia.

3.     Subrada Larung

Foto: ogoh-ogoh 'Subrada Larung' menghabiskan kerupuk udang sebanyak 25 kilogram
Foto: ogoh-ogoh 'Subrada Larung' menghabiskan kerupuk udang sebanyak 25 kilogram (TRIBUN BALI/NOVIANA WINDRI)

STT Dharma Castra, Banjar Tengah, Sidakarya, Denpasar Selatan membuat ogoh-ogoh 'Subrada Larung' memiliki keunikannya sendiri yaitu berlapis kerupuk udang mentah.

Halaman
1234
Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved