Harga Cabai Tingkat Petani di Bangli Turun Jelang Nyepi

Petani cabai di Bangli mengatakan harga cabai besar saat ini cenderung turun, jika dibandingkan akhir Februari lalu

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Semprot tanaman - Nyoman Sanding saat menyemprot tanaman cabai dengan campuran fungisida dan insektisida, di Bangli, Bali, Minggu (22/3/2020). Harga Cabai Tingkat Petani di Bangli Turun Jelang Nyepi 

Harga Cabai Tingkat Petani di Bangli Turun Jelang Nyepi

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pelaksanaan Nyepi, Rabu 25 Maret 2020 mendatang nampaknya tidak berpengaruh signifikan terhadap sejumlah komoditi pertanian.

Bahkan harga bahan-bahan pokok tersebut cenderung turun, khususnya di tingkat petani.

Seperti diungkapkan Ni Nyoman Sanding, Minggu (22/3/2020).

Wanita asal Banjar Hulundanu, Desa Songan, Kintamani itu, mengatakan harga cabai besar saat ini cenderung turun, jika dibandingkan akhir Februari lalu.

“Normalnya harga cabai merah besar Rp 25 ribu per kilogram. Namun kini harganya Rp 20 ribu per kilogram. Harga tersebut jauh dibandingkan akhir bulan lalu yang mencapai Rp 50 ribu per kilogram,” ujarnya.

Menurut Sanding, penurunan harga cabai akibat pasokan dari wilayah luar Bali sebelum wabah virus Corona makin merebak.

Karenanya ia juga tidak menampik harga cabai ini belum mengalami peningkatan signifikan meskipun jelang Nyepi.

Di tengah harga cabai yang belum mengalami peningkatan, Sanding juga merasa waswas terhadap ancaman hama lalat buah serta jamur.

Ia tidak memungkiri sempat mengalami gagal panen akibat hewan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved