Harga Cabai Tingkat Petani di Bangli Turun Jelang Nyepi

Petani cabai di Bangli mengatakan harga cabai besar saat ini cenderung turun, jika dibandingkan akhir Februari lalu

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Semprot tanaman - Nyoman Sanding saat menyemprot tanaman cabai dengan campuran fungisida dan insektisida, di Bangli, Bali, Minggu (22/3/2020). Harga Cabai Tingkat Petani di Bangli Turun Jelang Nyepi 

“Musim panen pertengahan Februari lalu, saya bahkan tidak mendapat hasil panen sama sekali, karena jelang masa panen buahnya rontok. Kerugiannya pun tidak main-main, karena satu pohon ini modalnya Rp 10 ribu. Sedangkan saya punya 8 ribu pohon,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan I Ketut Lama.

Petani asal Banjar Dalem Desa Songan, Kintamani ini, mengatakan harga cabai seluruhnya mengalami penurunan.

Jika dua pekan sebelumnya cabai rawit sempat dibanderol Rp 90 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 43 ribu per kilogram.

Demikian pula harga cabai besar, dari semula Rp 50 ribu per kilogram, kini Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram.

“Yang saat ini mengalami peningkatan justru tanaman bawang merah. Dimana dari harga normal Rp 20 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 25 ribu per kilogram. Bagi petani harga tersebut sudah tergolong menguntungkan. Kemungkinan pada hari Senin (23/3/2020), harganya bisa naik sedikit. Mungkin sekitar seribu hingga dua ribu,” ucapnya.

(*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved