Breaking News:

Bayar Kekecewaan Pemuda Bali, Koster Akan Gelar Festival Ogoh-Ogoh di Hari Jadi Pemprov Bali

"Hal ini tentu saja menimbulkan rasa kecewa atau kurang puas bagi para yowana dan krama Bali. Gubernur Bali sangat memahami kondisi ini." ujar Pramana

Tribun Bali/Noviana Windri
Ogoh-ogoh 'Pengadangadang' karya ST Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati, Sidakarya, Denpasar, Bali, mendapat nilai tertinggi, yakni 89, 125. 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Akibat merebaknya wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan intruksi nomor 267/01-B/HK/2020 yang dikeluarkan pada 20 Maret 2020 lalu.

Melalui instruksi itu, Koster resmi melarang pelaksanaan festival ogoh-ogoh serangkaian Hari Raya Nyepi tahun Saka 1942 sebagai bagian dari upaya social distancing.

"Tidak melaksanakan pengarakan ogoh-ogoh dalam bentuk apapun dan di manapun," perintah Koster dalam bagian kedua instruksinya tersebut.

Ditetapkannya instruksi tersebut sekaligus mencabut ketentuan angka 6 huruf b dalam
Surat Edaran Bersama, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi Bali, Nomor : 019/PHDI-Bali/III/2020; Nomor 019/MDA-Prov Bali/II/2020; Nomor 510/Kesra/B.Pem.Kesra tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1942 di Bali.

17 Warga Jadi ODP Covid-19 di Jembrana, 1 Dirawat di Ruang Isolasi

Cerita Praveen/Melati Juara All England 2020 di Tengah Wabah Covid-19: Senang Tapi Ada Rasa Khawatir

Di Tengah Wabah Corona, 521 PMI Pulang ke Bali Hingga Minggu Malam, yang Dikarantina Hanya 26 Orang

Meski melarang ogoh-ogoh serangkaian Hari Raya Nyepi, Koster nampaknya berupaya menggantinya dengan melaksanakan festival ogoh-ogoh pada Hari Jadi Pemerintah Provinsi Pemprov Bali ke-62.

Hal ini sebagai upaya untuk membayar kekecewaan para pemuda (yowana) Bali yang tidak bisa mengarak ogoh-ogoh pada hari pangrupukan kali ini.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali Gede Pramana mengatakan, Gubernur Bali mengapresiasi kreativitas dan inovasi karya seni para yowana di desa adat se-Bali dalam membuat ogoh-ogoh serangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1942.

Tak Hanya Soal Tanam Menanam, Ini 3 Bisnis Pertanian yang Prospektif

Sasar Warga dan Nelayan, Tim SAR Gabungan Sosialisasikan Pencegahan COVID-19 di Kuta Selatan

Kisah Drama Korea Kingdom 2 Dinilai Mirip Kondisi Pandemi Covid-19, Begini Tanggapan Sang Penulis

Apalagi, kreasi ogoh-ogoh yang diciptakan secara umum telah menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan dan tanpa sterofoam sehingga sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Namun, mengingat kondisi saat ini sebagai dampak wabah pandemi Covid-19, Koster mengikuti anjuran Pemerintah Pusat untuk melarang kegiatan keramaian yang mengumpulkan banyak orang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved