Cerita Gelandang Prancis Soal Profesi Ibunya Jadi Perawat Pasien COVID-19: Lelah pada Fisik & Mental

Prancis menjadi negara Eropa dengan kasus positif COVID-19 terbanyak keempat setelah Italia, Spanyol dan Jerman.

Cerita Gelandang Prancis Soal Profesi Ibunya Jadi Perawat Pasien COVID-19: Lelah pada Fisik & Mental
Istimewa
Gelandang Everton, Morgan Schneiderlin saat sedang berduel dengan Granit Xhaka. 

TRIBUN-BALI.COM - Gelandang Prancis yang bermain untuk Everton, Morgan Schneiderlin bercerita tentang ibunya yang menjadi perawat untuk menangani pasien yang terinfeksi virus Corona.

Prancis menjadi negara Eropa dengan kasus positif COVID-19 terbanyak keempat setelah Italia, Spanyol dan Jerman.

Hingga Minggu (22/3/2020), negara tempat menara Eiffel itu punya 14.485 kasus positif dengan kematian mencapai 562 orang seperti bisa dilihat di peta John Hopkins University.

Para dokter, perawat dan tenaga medis menjadi garda terdepan untuk membantu menolong para pasien COVID-19 ini.

Salah Satu Pendiri Band Bon Jovi, David Bryan Mengaku Positif Virus Corona

Agenda Rapat Ditiadakan Hingga Akhir Maret, Ketua DPRD Bali Bekerja dari Rumah

Hal ini juga dirasakan oleh ibu dari gelandang Prancis yang bermain untuk Everton, Morgan Schneiderlin.

Ibu Schneiderlin adalah seorang perawat yang juga ikut membantu menangani pasien COVID-19.

Morgan Schneiderlin pun bercerita bahwa sang ibu merasa sangat lelah secara fisik dan mental.

"Ini adalah situasi yang dramatis. Saya berbicara banyak dengan ibu saya, bahwa ini adalah waktu yang sulit untuk semua orang yang bekerja di rumah sakit, berapa banyak merekayang berkorban secara fisik dan mental," ujarnya dilansir BolaSport.com dari RMC.

"Saya mencoba memberikan dukungan kepada ibu saya sebisa mungkin," tambahnya.

Saat ini Schneiderlin berada di rumahnya di Strasbourg untuk menjalani karantina diri.

Halaman
12
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved