Nyepi di Bali

Dukung Tradisi Keagamaan di Bali, Bandara I Gusti Ngurah Rai Ditutup 24 Jam Saat Nyepi Besok

Dalam rentang waktu itu, bandara tidak akan melayani penerbangan, baik rute domestik maupun internasional.

Dukung Tradisi Keagamaan di Bali, Bandara I Gusti Ngurah Rai Ditutup 24 Jam Saat Nyepi Besok
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana terminal kedatangan domestik Bandara Ngurah Rai, Badung Bali, Sabtu (15/2/2020). 

TRIBUN-BALI.COM - Selama masa perayaan Nyepi Tahun Baru Caka 1942/2020 Masehi yang jatuh pada, Rabu, (25/3/2020) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali akan berhenti beroperasi selama 24 jam.

Dalam rentang waktu itu, bandara tidak akan melayani penerbangan, baik rute domestik maupun internasional.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan, penutupan operasional Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali merupakan dukungan terhadap tradisi keagamaan dimana masyarakat Hindu harus khusuk dalam beribadah.

“Selama masa Nyepi, operasional dan kegiatan penerbangan domestik maupun internasional dihentikan sementara. Hal ini untuk menghormati masyarakat yang melaksanakan ibadah Nyepi,” ujar Dirjen Novie dalam siaran resmi, Kontan.co.id, Selasa (24/3/2020).

Dua Orang Bali Positif Covid-19, Pemprov Minta Masyarakat Tetap Berada di Rumah Saat Ngembak Geni

Lokasi Wisata Ditutup, Turis Asing di Daerah Ini Dipulangkan untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

Viral Kelompok Pemuda Nekat Mengarak Ogoh-Ogoh, Satpol PP Denpasar: Hanya Memindahkan untuk Disimpan

Novie mengatakan, penghentian sementara operasional bandara juga didasarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan AirNav Indonesia Nomor A4678/19 NOTAMN yang berisi tentang operasional bandara tutup karena Hari Nyepi.

Sementara itu, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV – Bali, Elfi Amir menjelaskan, berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Penanganan Virus Corona (Covid-19) yang berlangsung di Balai Serba Guna Desa Adat Tuban, pada Selasa (24/03), dihasilkan kesepakatan bahwa kegiatan Perayaan Nyepi (penutupan bandara) dari tanggal 25 Maret pukul 06.00 WITA sampai dengan tanggal 26 Maret pukul 06.00 WITA.

Menurutnya, dalam perayaan Nyepi juga akan mengurangi kegiatan di ruang publik seperti ogoh-ogoh.

Terkait permasalahan Covid-19, Balai Serba Guna Desa Adat menganjurkan untuk melaksanakan upaya mandiri untuk melakukan tindakan pencegahan seperti penyemprotan desinfektan yang nantinya akan diberikan oleh pemda setempat.

“Meskipun tidak beroperasi sementara pada saat Nyepi, tim OBU IV akan melakukan koordinasi dengan komunitas bandara seperti PT Angkasa Pura I, maskapai, Kepolisian dan TNI termasuk pecalang untuk tetap berada di area bandara. Tujuannya untuk pengamanan sekaligus turut serta menjaga prosesi Hari Raya Nyepi agar berlangsung khidmat," kata Elfi. (*)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved