Ngopi Santai
Pilih Mana, Kepala Batu atau Tikam Kepala ?
Tikam kepala itu majas populer di bumi Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Flores, Ini Artinya
Penulis: DionDBPutra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
“Sejak suami meninggal, ibu Anita bekerja tikam kepala untuk membiayai tiga orang anaknya.”
Jadi tikam kepala di sini bercerita ihwal kerja keras.
Kerja sungguh-sungguh.
Dengan sepenuh hati.
Siapa yang bekerja tikam kepala di tengah pandemi Covid-19?
Banyak yang bisa disebut.
Namun, tempat pertama tentu para dokter, perawat, tim medis.
Singkatnya tenaga kesehatan.
Ketika banyak orang diminta menjaga jarak, tinggal di rumah saja dan menjauhi kerumuman, tenaga kesehatan justru sebaliknya.
Mereka berada di lini terdepan melawan Corona.
Merawat sesama sejak dia sakit bahkan hingga memakamkannya.
Para dokter dan perawat kerja tikam kepala.
Rela mempertaruhkan nyawa sendiri.
Mereka tak mundur meskipun sudah ada dokter dan perawat yang menjadi korban pagebluk yang belum ada obatnya tersebut.
Dua hari lalu, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia merilis enam orang dokter meninggal dunia akibat Virus Corona.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-seorang-anak-petani-membawa-lampu.jpg)