Perekonomian Indonesia Terpukul Oleh Covid-19, Benarkah Kini Sedang Krisis?

Indeks saham anjlok ke bawah level 4.000, nilai tukar rupiah pun kian mendekati Rp 17.000 per dolar AS

Perekonomian Indonesia Terpukul Oleh Covid-19, Benarkah Kini Sedang Krisis?
(KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Seperti kebanyakan negara lain di dunia, situasi perekonomian Indonesia terpukul oleh pandemi virus corona atau Covid-19.

Indeks saham anjlok ke bawah level 4.000, nilai tukar rupiah pun kian mendekati Rp 17.000 per dolar AS, dan yield Surat Utang Negara (SUN) pun cetak rekor tertinggi di 8,308%.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan krisis ekonomi kembali terulang pada tahun ini

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan saat ini Indonesia dan dunia memang tengah menghadapi krisis.

Namun, krisis itu ialah krisis di bidang kesehatan dan kemanusiaan akibat pandemi virus corona.

Namun, Sri Mulyani meyakinkan bahwa saat ini krisis keuangan dan ekonomi belum terjadi.

“Ini yang sedang diupayakan oleh seluruh negara, yaitu agar jangan sampai kondisi ini menyebabkan krisis ekonomi, sosial, dan keuangan. Kami sedang mencoba untuk menanggulangi krisis kesehatan ini agar tidak menimbulkan spill-over,” tutur Sri Mulyani, Selasa (24/3/2020).

Ia tak memungkiri, pertumbuhan ekonomi di banyak negara akan mengalami kontraksi.

Termasuk ekonomi Indonesia yang pada proyeksinya saat ini hanya akan mampu tumbuh 2,5% hingga 3% di 2020.

“Ekonomi kontraksi, tapi tidak terjadi krisis. Bukan seperti 2008-2009 di mana bank dan lembaga keuangan jatuh bangkrut,” sambungnya.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved