Tokyo Jepang Lockdown Sampai 12 April, Virus Covid-19 Berkembang Cepat

Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengumumkan lockdown bagi kota Tokyo dan sekitarnya (23 wilayah).

Tokyo Jepang Lockdown Sampai 12 April, Virus Covid-19 Berkembang Cepat
Net
Ilustrasi Tokyo Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUN-BALI.COM, TOKYO - Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengumumkan lockdown bagi kota Tokyo dan sekitarnya (23 wilayah).

Lockdown hanya kota Tokyo dan sekitarnya saja.

“Pertumbuhan korban virus covid-19 mendadak meningkat dan itu di luar perkiraan kita semua yang disebut Over Shoot,” papar Gubernur Koike malam ini (25/3/2020).

Oleh karena itulah Tokyo melakukan lockdown dan besok menurutnya akan melaporkan pula hal tersebut ke dalam rapat dewan khusus pemerintah pusat untuk antisipasi virus Covid-19.

“Kami berharap semua orang mulai besok di rumah saja baik pekerja dan semua orang. Bagi restoran juga sebaiknya tidak melakukan kegiatan. Kegiatan event apalagi live apa pun diharapkan sangat tidak dilakukan,” tambahnya.

 Selain itu hindari keramaian, kumpulan di mana pun bagi siapapun yang berada di Tokyo.

Bagi warga Jepang yang baru kembali ke Tokyo akan dilakukan karantina dan lainnya akan ditinjau lebih lanjut sesuai situasi kondisi saat itu,” lanjutnya.

Lakukan jarak antar orang satu sama lain, tekannya lebih lanjut.

Sampai dengan saat ini (25/3/2020) sebanyak  41 orang korban positif warga Tokyo terkena virus Covid-19.

Padahal 24 Maret masih sekitar 17 orang yang positif .

Lockdown akan dilakukan sampai 12 April 2020 mendatang setelah itu akan ditinjau kembali .

Hal-hal lain menurut Koike akan dipertimbangkan segera dalam waktu dekat.

Lockdown ini adalah pertama kali dalam sejarah Jepang.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Breaking News: Tokyo Jepang Lockdown Sampai Dengan 12 April 2020

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved