Terlibat Peredaran Sabu dan Ekstasi, Amir Terancam Pidana Seumur Hidup

Amir terancam pidana penjara maksimal seumur hidup karena terlibat jaringan pengedar sabu-sabu dan ekstasi

KOLASE TRIBUN BALI
Ilustrasi sabu-sabu di Bali. Terlibat Peredaran Sabu dan Ekstasi, Amir Terancam Pidana Seumur Hidup 

Terlibat Peredaran Sabu dan Ekstasi, Amir Terancam Pidana Seumur Hidup

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Amir Machmud (27), hanya bisa menunduk sepanjang menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Denpasar, Bali.

Pria lulusan SMP itu didudukkan sebagai pesakitan, karena terlibat jaringan pengedar narkotik jenis sabu-sabu dan ekstasi.

Sebagaimana dakwaan yang dipasang Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam surat dakwaan, atas perbuatannya, Amir terancam pidana penjara maksimal seumur hidup.

Atas dakwaan jaksa, Amir yang didampingi tim penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar tidak bisa berbuat banyak.

Sempat berdiskusi beberapa menit dengan terdakwa, tim penasihat hukum tidak mengajukan keberatan atau eksepsi.

"Terima kasih Yang Mulia. Mewakili terdakwa, kami tidak mengajukan eksepsi," ucap Dewi Maria Wulandari selaku anggota penasihat hukum kepada majelis hakim pimpinan Dewa Budi Watsara.

Sementara dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Ni Wayan Erawati Susina di muka persidangan, terdakwa Amir dikenakan dakwaan subsideritas.

Dakwaan kesatu disebutkan, terdakwa tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotik golongan I yang beratnya melebihi 5 gram.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotik," jelas jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar itu.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved