Masyarakat Ingin Mendapat Keringanan Kredit Akibat Dampak Corona, Ikuti Langkah-Langkah Ini

"Tunggu dan ikuti pengumuman yang akan disampaikan bank atau leasing melalui website atau call center resmi,

Gambar oleh StockSnap dari Pixabay
Foto ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan keringanan kepada sejumlah debitur bank dan perusahaan pembiayaan yang terdampak pandemi virus corona.

Nah, wasit industri keuangan di Indonesia ini memberikan panduan bagi nasabah yang ingin mengajukan relaksasi tersebut.

Pertama, debitur tak perlu datang ke bank atau perusahaan pembiayaan.

 "Tunggu dan ikuti pengumuman yang akan disampaikan bank atau leasing melalui website atau call center resmi," tutur juru bicara OJK Sekar Putih Djarot dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2020).

50 Persen Pasien di Korsel Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, Ini Cara yang Dilakukan Pemerintahnya

Asosiasi Pesepakbola Kecewa dengan Keputusan PSSI Soal Pemotongan Gaji Pemain Ditengah Wabah Corona

Malam Ini Pekerja Migran Tiba di Bali, Diperbolehkan Pulang Jika Bawa Sertifikat Kesehatan

Adapun prioritas debitur yang mendapat keringanan adalah yang memenuhi sejumlah syarat seperti debitur terkena dampak Covid-19 dengan nilai kredit di bawah Rp 10 miliar untuk antara lain pekerja informal, berpenghasilan harian, dan UMKM baik itu dari kredit UMKM maupun KUR.

Lalu, keringanan dapat diberikan dalam periode waktu maksimum 1 tahun dalam bentuk penyesuaian pembayaran cicilan pokok atau bunga, perpanjangan waktu atau hal lain yang ditetapkan oleh bank atau leasing.

Kemudian mengajukan kepada bank atau leasing dengan menyampaikan permohonan melalui saluran komunikasi bank maupun leasing.

"Jika dilakukan secara kolektif misalkan melalui perusahaan, maka direksi wajib memvalidasi data yang diberikan kepada bank atau leasing," kata Sekar.

Bagi debitur yang tidak termasuk golongan di atas, maka pihak bank maupun leasing memiliki kebijakan keringanan kredit atau pembiayaan.

Sehingga debitur dapat berkontak langsung lewat saluran komunikasi yang selama ini digunakan dengan tetap tidak perlu bertatap muka.

Debitur juga diminta selalu mengikuti informasi resmi dari bank atau leasing, tidak mudah percaya dengan informasi yang bersifat hoax, termasuk melaporkan kepada bank atau leasing jika ada pihak debt collector yang melakukan teror atau tidak sesuai ketentuan.

Dapat juga dilaporkan ke OJK telepon 157, WA 081157157157 atau email konsumen@ojk.go.id dengan menyebutkan nama, perusahaan bank atau leasing, dan masalah yang dihadapi.

"Keringanan kredit atau pembiayaan ini ini dilakukan dengan penuh tanggungjawab oleh para pihak baik debitur dan bank maupun leasing," pungkasnya. (*)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved