Corona di Bali

Update Corona di Bali Hari Ini: PDP Covid-19 130 Orang, RS Unud Jadi Pusat Isolasi Pasien Positif

Hingga hari ini Sabtu (28/3/2020), jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Provinsi Bali secara kumulatif berjumlah 130 orang

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Gubernur Bali I Wayan Koster (tengah). Update Corona di Bali Hari Ini: PDP Covid-19 130 Orang, RS Unud Jadi Pusat Isolasi Pasien Positif 

Update Corona di Bali Hari Ini: PDP Covid-19 130 Orang, RS Unud Jadi Pusat Isolasi Pasien Positif

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hingga hari ini Sabtu (28/3/2020), jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Provinsi Bali secara kumulatif berjumlah 130 orang.

"Kemudian untuk hasil laboratorium yang negatif, yaitu sejumlah 87 orang sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya karena dinyatakan sehat. Dan untuk 9 orang yang positif Covid-19, terdapat 4 WNA dan 5 WNI. Serta 38 pasien dalam pengawasan dirawat di rumah sakit, baik di RSUP Sanglah maupun di 10 rumah sakit milik pemerintah daerah yang memiliki ruang isolasi," ujar I Wayan Koster, Gubernur Provinsi Bali, dalam wawancara siaran stasiun tv milik pemerintah, Sabtu (28/3/2020).

Lanjutnya, dengan kapasitas ruangan isolasi yang ada, dapat menampung penambahan pasien positif Covid-19.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali, kata Koster, telah menyiapkan Rumah Sakit Universitas Udayana sebagai pusat isolasi pasien Covid-19.

Jika Rumah Sakit Universitas Udayana sudah beroperasi pada Selasa (7/4/2020) nanti, maka rumah sakit-rumah sakit daerah lainnya yang saat ini sedang merawat pasien Covid-19 akan dihentikan, supaya penyebarannya tidak ke semua daerah.

Dengan demikian penyebaran Covid-19 dapat dilokalisir dan hanya terpusat di Rumah Sakit Universitas Udayana.

Kemudian terkait fasilitas yang diperlukan untuk penanganan pasien Covid-19, Pemprov Bali telah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat, yaitu alat pelindung diri atau APD sebanyak 4.000 unit dan rapid test kit sebanyak 3.800 unit.

Semua bantuan tersebut sudah didistribusikan melalui satgas ke rumah sakit rujukan yang melaksanakan penanganan Covid-19 ini.

Sedangkan, rapid test sudah mulai dilakukan kemarin, dan diprioritaskan untuk tenaga medis yang merawat pasien Covid-19 untuk memastikan bahwa tenaga medis benar-benar sehat.

"Selain itu kami prioritaskan juga kepada tenaga kerja warga Bali yang bekerja di luar negeri, dan saat ini sudah pulang dari berbagai negara. Kami sudah lakukan karantina, kemudian langsung melakukan rapid test. Jika hasilnya negatif akan dipulangkan ke rumahnya, kemudian dilakukan isolasi secara mandiri," tambahnya.

Hasil dari rapid test cukup cepat, yaitu sekitar 15 menit, dan menurut informasi dokter tingkat keakuratannya mencapai 99%.

"Sehingga kami percaya bahwa peralatan (rapid tes) tersebut bisa menjadi indikasi yang baik untuk melihat perkembangan Covid-19," imbuhnya.

(*)

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved