Corona di Bali

Mulai Besok Pasar Rakyat di Klungkung Buka 8 Jam, Swalayan & Rumah Makan Buka Sampai Pukul 8 Malam

Pemkab Klungkung mulai membatasi jam operasional pasar rakyat hingga toko swalayan dan rumah makan

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Pasar Semarapura tampak lenggang, Minggu (29/3/2020). Pemkab Klungkung mengeluarkan kebijakan jam operasional bagi pasar rakyat, toko swalayan, hingga rumah makan untuk pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19). Mulai Besok Pasar Rakyat di Klungkung Buka 8 Jam, Swalayan & Rumah Makan Buka Sampai Pukul 8 Malam 

Mulai Besok Pasar Rakyat di Klungkung Buka 8 Jam, Swalayan & Rumah Makan Buka Sampai Pukul 8 Malam

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Pemkab Klungkung mulai membatasi jam operasional pasar rakyat hingga toko swalayan dan rumah makan, untuk pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Mulai Senin (30/3/2020) besok, semua pasar rakyat di Klungkung akan beroperasi selama 8 jam.

Sementara swalayan, pasar senggol, maupun rumah makan dibatasi buka sampai pukul 20.00 Wita.

Sekda Klungkung Gede Putu Winastra menjelaskan, pembatasan operasional pasar tersebut sesuai Surat Edaran Bupati Klungkung No 510/ 596/ DISKOP tentang pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di pasar rakyat, toko swalayan, dan rumah makan.

Dalam poin surat edaran tersebut, mulai Senin (30/3/2020) besok, seluruh pasar rakyat di Klungkung akan dibuka pukul 07.00 Wita, dan ditutup sampai pukul 15.00 Wita.

Padahal sebelumnya, beberapa pasar rakyat di Klungkung, seperti Pasar Galiran beroperasi selama 24 jam.

Seluruh toko swalayan dan rumah makan di Klungkung, jam operasionalnya juga dibatasi, yakni mulai buka pukul 08.00 Wita dan harus ditutup pukul 20.00 Wita.

Demikian halnya dengan pasar senggol, harus sudah mulai buka pukul 15.00 Wita, dan harus tutup pukul 20.00 Wita.

"Pasar rakyat, toko swalayan, dan rumah makan wajib memperhatikan kebersihan tempat, dan melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Termasuk menyediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan," ujar Sekda Klungkung Gede Putu Winastra.

Nantinya setiap pedagang di pasar rakyat maupun pasar senggol, serta pengelola swalayan dan rumah makan di Klungkung agar memberi laporan secara berkala ke Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan dan ke UPTD Pengelolaan Pasar melalui pesan WhatsApp terkait pelaksanaan pembatasan operasional tersebut.

"Nanti segala kondisi, keluhan dan masukan terkait pelaksanaan pembatasan jam operasional itu, bisa disampaikam secara berkala melalui pesan WhatsApp ke pihak dinas. Nanti pelaksanaannya terus kami evaluasi," jelas Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Klungkung I Wayan Ardiasa.

(*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved