Corona di Bali

Pedagang Ini Keluhkan Harga Kebutuhan Pokok Naik, Ini yang Dikatakan Kepala Disperindag Karangasem

Ni Nyomaan Suartini mengeluh, lantaran harga kebutuhan pokok naik drastis. Peningkatan terjadi sehari setelah Hari Raya Nyepi.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Foto ilustrasi suasana pasar 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Ni Nyoman Suartini merupakan pedagang makanan asal Kelurahan Subagan, Karangasem, Bali.

Ia mengeluh, lantaran harga kebutuhan pokok naik drastis.

Peningkatan terjadi sehari setelah Hari Raya Nyepi.

Diantaranya sayuran, lauk - pauk, daging, dan bawang merah serta cabe.

Ditemui di Pasar Subagan, Minggu (29/3/2020), Nyoman Suartini mengaku dilema dengan naik kebutuhan pokok.

Investor, Ini Cara Manfaatkan Peluang di Tengah Covid-19, Bisa Lakukan Rebalancing

Masa Belajar Siswa di Rumah Diperpanjang, Disdikpora Badung Minta Orangtua Ikut Membimbing

3 Cara Investasi lewat Deposito agar Menguntungkan

Pedagang serba salah.

Seandainya porsi lauk pauk dan sayuran dikurangi, khawatir pelanggan beralih.

Sebaliknya, jika porsi tidak berubah khawatir penghasilan pedagang sedikit.

"Nggak hanya saya yang mengeluh. Banyak dagang makanan yang mengeluh karena kebutuhan pokok naik. Beeberapa kebutuhan pokok juga langka di pasaran. Seperti tempe, dan tahu. Beberapa pedagang terpaksa meliburkan diri untuk sementara,"ungkap Ni Nyoman Suartini, pagi hari.

Hampir sebagian besar kebutuhan pokok meningkat 20 sampai 50 persen.

Halaman
123
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved