Corona di Indonesia

Jokowi Instruksikan Segera Eksekusi Jaringan Pengaman Sosial Demi Selamatkan Nasib Pekerja Informal

Persoalan ini disadari betul oleh Presiden Joko Widodo dan meminta seluruh jajarannya untuk segera mengeksekusi program jaringan pengaman sosial.

BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN
Presiden menyampaikan pengantar dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Sepinya aktivitas di wilayah DKI Jakarta akibat dampak wabah virus corona atau covid-19 membuat banyak pendatang pulang kampung karena tak punya penghasilan.

Persoalan ini disadari betul oleh Presiden Joko Widodo dan meminta seluruh jajarannya untuk segera mengeksekusi program jaringan pengaman sosial. 

"Banyak pekerja informal di Jabodetabek terpaksa pulang kampung karena penghasilannya menurun sangat drastis atau bahkan hilang," ujar Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui siaran konferensi video, Senin (30/3/2020).

Situasi tersebut terjadi setelah wabah virus corona melanda sehingga pemerintah memberlakukan status tanggap darurat.

Dampaknya, banyak perusahaan maupun instansi pemerintah yang menerapkan bekerja dari rumah bagi para pegawainya.

"Tidak ada pendapatan sama sekali akibat diterapkannya kebijakan tanggap darurat yaitu kerja di rumah," ujar Presiden Jokowi.

Namun di sisi lain, Presiden Jokowi juga menyadari bahwa aktivitas mudik dapat menjadi medium penyebaran virus corona dari Jakarta ke daerah-daerah yang dituju pemudik.

Pasalnya saat ini Jabodetabek, khususnya DKI Jakarta, telah menjadi daerah dengan jumlah pasien positif Covid-19 terbanyak di Indonesia.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi meminta seluruh jajarannya segera mempersiapkan dan mengaktifkan kebijakan jaring pengaman sosial berupa pemberian insentif harian kepada masyarakat yang diminta untuk tidak mudik.

"Karena itu saya minta percepatan program sosial safety net (jaring pengaman sosial) yang memberikan perlindungan sosial di sektor informal, para pekerja harian maupun program insentif ekonomi bagi usaha mikro usaha kecil betul-betul dilaksanakan di lapangan," ujar Presiden Jokowi.

"Sehinga para pekerja informal, buruh harian, pedagang asongan, semuanya bisa memenuhi kebutuhan dasarnya sehari-hari," lanjut dia.

Diketahui, Sampai Minggu kemarin, ada 1.285 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Sebanyak 64 pasien dinyatakan sembuh.

Sementara, jumlah pasien meninggal dunia sebanyak 114. Kasus positif paling banyak terjadi di DKI Jakarta (675), disusul Jawa Barat (149) dan Banten (106).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banyak Pekerja Informal Kehilangan Pendapatan, Ini Instruksi Jokowi",

(Rakhmat Nur Hakim)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved