Breaking News:

Virus Corona

Pemerintah Provinsi Hubei China Tak Temukan Laporan Kasus Baru Virus Corona Selama 6 Hari Kebelakang

China Daratan melaporkan 31 kasus virus corona baru pada hari Minggu, termasuk satu infeksi yang ditularkan secara lokal, kata Komisi Kesehatan

STR/AFP/China OUT
ILUSTRASI Seorang paramedis laboratorium menguji sampel virus di Laboratorium Hengyang, Provinsi Henan pusat Kota China. Rabu (19/02/2020). 

TRIBUN-BALI.COM - China Daratan melaporkan 31 kasus virus corona baru pada hari Minggu, termasuk satu infeksi yang ditularkan secara lokal, kata Komisi Kesehatan Nasional negara itu.

Jumlah itu turun dari 45 kasus pada hari sebelumnya.

Komisi kesehatan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa empat kematian baru dilaporkan, menempatkan jumlah kematian kumulatif dari wabah coronavirus di daratan sebanyak 3.304 pada 29 Maret.

 Jumlah total infeksi sampai saat ini naik menjadi 81.470.

Lonjakan Kasus Kematian Karena Corona, Ratusan Orang di Malaysia Ditangkap Akibat Langgar Lockdown

Ketua DPR Minta Seluruh Kegiatan Legislator Harus fokus pada Penanganan Wabah Covid-19

3 Hal yang Membuat Seseorang Tidak Bahagia, Begini Cara Mendatangkan Kebahagiaan

Provinsi Hubei, tempat wabah koronavirus pertama kali muncul pada akhir 2019, melaporkan tidak ada kasus baru untuk hari keenam berturut-turut pada hari Minggu setelah provinsi yang berpenduduk 60 juta orang itu memberlakukan pembatasan lalu lintas dan melanjutkan beberapa penerbangan domestik ke bagian lain China.

Meskipun jumlah infeksi baru di China telah turun tajam dibandingkan dengan puncak wabah pada Februari, Beijing tetap khawatir tentang risiko gelombang kedua epidemi yang dipicu oleh kasus-kasus yang melibatkan para pelancong yang datang ke China yang terinfeksi di luar negeri.

China telah melarang orang asing memasuki negara itu dan memerintahkan maskapai penerbangan untuk memangkas jumlah penerbangan internasional ke negara itu.

Sebagian besar dari apa yang disebut sebagai kasus impor yang dilaporkan hingga saat ini adalah warga negara Tiongkok, banyak dari mereka adalah pelajar. (*)

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved