Corona di Bali

Pondok Pesantren Diliburkan, Ratusan Santri Pulang ke Bali, Langsung Disemprot Disinfektan

Aktivitas belajar mengajar di Pondok Pesantren diliburkan sementara, ratusan santri dari Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo ke Bali

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana petugas saat menyemprotkan disinfektan kepada santri beserta barang bawaannya. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meliburkan semua kegiatan aktivitas belajar mengajar di Pondok Pesantren hingga waktu yang belum ditentukan sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di wilayahnya.

Dampak diliburkannya belajar mengajar di Pondok Pesantren para santri dari luar daerah pun diminta pulang ke daerahnya masing-masing.

Seperti Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo yang memulangkan ratusan santrinya ke Bali karena orang tua mereka berasal dari Pulau Dewata.

“Malam hari ini dari Pondok Pesantren Nurul Jadid itu ada 115 santri yang sekarang hadir ditengah-tengah kita dan siap kita kembalikan kepada keluarganya dalam keadaan sehat walafiat. Pondok Pesantrennya diliburkan atas kebijakan Gubernur Jawa Timur hingga waktu yang belum ditentukan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona,” jelas Dansatgas NU Peduli COVID-19 Bali, H. Ekky Reza, Minggu (29/3/2020) malam.

4 Orang Sesak Napas Akibat Asap Kebakaran Grand Inna Bali Beach

RSUP Sanglah: Penghasilan Perawat Tenaga Kontrak yang Rawat Pasien Positif Virus Corona Rp 7,4 Juta

Tidak Ada Korban Jiwa Dalam Kebakaran Grand Inna Bali Beach, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

Ia menambahkan, mereka ini adalah anak-anak yang bersekolah di Pondok Pesantren di luar Bali dan orangtua-nya mayoritas tinggal di wilayah Denpasar dan Badung.

Sebelumnya mereka saat hendak pulang ke Bali menggunakan jalur darat menaiki bus sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan, tiba di Pelabuhan Gilimanuk juga dilakukan pengecekan suhu tubuh oleh petugas.

Dan setibanya disini (Central Parkir Kuta) kita lakukan penyemprotan disinfektan sebagai langkah preventif pencegahan penyebaran COVID-19.

“Sampai dirumah mereka juga dihimbau untuk melakukan pola hidup bersih dan juga melakukan isolasi mandiri selama 14 hari kedepan. Kita tim satgas akan mengawasi mereka selama isolasi mandiri tersebut kalau ada laporan mereka sakit (suspect COVID-19) kita lapor ke Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Badung dan Denpasar,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Badung Bagus Nyoman Wiranata menyampaikan apa yang dilakukan tim nya malam hari ini (29/3/2020) adalah sebagai langkah melakukan deteksi dini.

“Jadi berdasarkan laporan dari teman-teman NU ada beberapa santri yang belajar di Jawa Timur pulang ke Bali khususnya mereka yang orangtuanya tinggal di Kabupaten Badung. Kita melakukan pendataan terhadap mereka lalu kita tim survelance melakukan pengawasan setiap harinya ditanya kondisi kesehatannya,” jelasnya.

Wiranata menambahkan mereka (santri) diimbau tidak keluar rumah atau melakukan isolasi mandiri 14 hari kedepan sebagai tindakan pencegahan dan pengendalian dari pada dampak COVID-19.

Social distancing juga diterapkan oleh Satgas NU Peduli COVID-19 Bali dan BPBD Badung, terlihat para orang tua yang menjemput tidak diperbolehkan dekat dengan area penyemprotan disinfektan.

Begitu santri namanya dipanggil lalu orangtua boleh mendatanginya namun dengan jarak satu meter dan disampaikan kepada orangtua itu agar anaknya melakukan isolasi mandiri.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved