Saling Menguatkan Saat Wabah Corona, Lembaga Perkreditan Desa Gelontorkan Sembako ke Warga

Selain bantuan Sembako, Prajuru Desa Adat Dukuh Penaban juga memberi penangguhan ke warga yang meminjam uang di Lembaga Perkreditan Desa.

tribun bali/ saiful rohim
Prajuru Desa Adat Dukuh Penaban, Karangasem menggelontorkan bantuan Sembako kepada warga. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Rasanya kita perlu menoleh ke Karangasem, kabupaten ujung Timur Pulau Bali.

Di kabupaten yang PAD (Pendapatan Asli Daerah) nya tidak cukup besar itu, warganya secara komunal sudah mampu saling menguatkan dalam menghadapi wabah virus corona.

Prajuru (pengurus) Desa Adat Dukuh Penaban, Kecamatan/ Kabupaten Karangasem memberikan bantuan beras kepada krama (warga).

Bantuan ini diberikan untuk mengurangi beban masyarakaat di saat merebaknya virus corona yang mengharuskan warga tinggal di rumah.

Bendesa Adat Dukuh Penaban, I Nengah Suarya menjelaskan, pemberian bantuan beras adalah bentuk motivasi dan saling menguatkan dalam menghadapi wabah virus corona.

Sebab, ancaman virus corona terhadap keselamatan warga semakin memuncak.

"Makanya kita beri bantuan warga," kata Nengah Suarya, Senin (30/3/2020).

Menurutnya, bantuan Sembako diberikan kepada seluruh warga di Desa Adat Dukuh Penaban.

Jumlah warga sekitar 541 KK, termasuk yang tinggal di luar wilayah desa adat.

Sumber dana diambil dari bantuan Lembaga Perkreditan Desa (LPD), dana sosial desa, dan dari bunga dana abadi warga Dukuh Penaban.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved