Breaking News:

Sosiolog Unud Ungkap Teori Hambat Penyebaran Virus, Manakah yang Lebih Cocok?

Sosiolog Universitas Udayana (Unud) Wahyu Budi Nugroho mengemukakan, ada sebuah teori kekebalan komunitas atau herd immunity

Pixabay
Ilustrasi penanganan virus corona - 

Dengan demikian, melalui perspektif Dawkins, pandemi Covid-19 tak lebih sebagai proses seleksi alam yang memang bersifat wajar, lumrah, serta dapat dimaklumi.

"Jika suatu negara mengambil kebijakan natural herd immunity dalam mengatasi suatu pandemi, itu hanya akan menunjukkan keegoisan, keputusasaan, sekaligus ketidakmampuan negara dalam mengatasi situasi.

Itu juga sama artinya sekadar memosisikan warga negara sebagai angka semata. Cara pandang yang tak manusiawi dan tak bermoral," jelasnya.

Dirinya menilai, membiarkan satu generasi tereliminasi dengan menafikkan jasa-jasa berikut pengorbanan mereka di masa lalu adalah tindakan inkonstitusional, terlebih jika negara tersebut berlabelkan republik.

 Istilah republik atau respublica untuk pertama kali muncul lewat karya filsuf Plato berjudul sama. Res berati “kepentingan”, publica berati “bersama”.

"Dengan demikian, suatu negara atau pemerintahan dengan konsep respublica atau republik, mau tak mau sarat mengakomodasi kepentingan seluruh rakyatnya," pungkas Wahyu. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved