Corona di Bali

Bupati Jembrana Larang Warga Zona Merah Masuk ke Bali Melalui Gilimanuk

Bupati Jembrana, I Putu Artha tegas melarang warga dari zona merah di luar Pulau Bali masuk ke Bali, pencegahan penyebaran Covid-19

Istimewa
Foto: Pengecekan Pelabuhan Gilimanuk oleh Bupati Jembrana I Putu Artha, Selasa (31/3/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pencegahan terhadap penyebaran virus Covid-19 terus dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Jembrana.

Bahkan, Bupati Jembrana, I Putu Artha tegas melarang warga dari zona merah di luar Pulau Bali masuk ke Bali.

Larangan dilakukan untuk menekan pendemi penyebaran virus asal kota Wuhan China tersebut.

Hal itu disampaikannya, dalam pengecekan pelabuhan Gilimanuk.

Presiden Jokowi Umumkan Tambahan Anggaran Rp 405,1 Triliun untuk Tangani Covid-19

Proyek Bangunan di Bibir Pantai Berawa Diberi Surat Peringatan,DPMPTSP Badung Sebut Belum Miliki IMB

Bupati Tabanan Sampaikan LKPJ Melalui Video Conference

Turut hadir dalam pengecekan pemeriksaan di Gilimanuk, Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa , Dandim 1617 Jembrana, Letkol Kav. Jefri Marsono Hanok, Sekda Jembrana, I Made Sudiada.

Bupati Artha menyatakan, bahwa Pemerintah Jembrana membentuk kesiapsiagaan penyebaran Covid-19.

Meskipun, pada dasarnya bukan melarang orang datang ke Bali.

Akan tetapi, lebih ditekankan masyarakat yang datang berasal dari daerah zona merah penanganan Covid-19 akan dikembalikan ke daerah asal.

"Ini kesiapsiagaan kami. Dan sudah memang sebaiknya melakukan Isolasi di daerah masing-masing. Terutama yang sudah zona merah," ucapnya Selasa (31/3/2020).

Artha menegaskan, pemulangan warga zona merah itu juga untuk melanjutkan imbauan Gubernur Bali, I Wayan Koster, untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 di Bali.

Halaman
1234
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved