Ancaman Hukuman Oknum Polisi yang Diduga Cabuli Mertua, Kapolres Gresik: Penyidik Tak Tebang Pilih

Babak baru oknum polisi berinisial NS (36) yang bertugas di jajaran Polres Gresik, Jawa Timur kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya atas duga

istimewa via Surya.co.id
IT (25) bersama ibunya, DM (50) sat di Mapolres Gresik. 

TRIBUN-BALI.COM, GRESIK - Babak baru oknum polisi berinisial NS (36) yang bertugas di jajaran Polres Gresik, Jawa Timur kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya atas dugaan kasus pencabulan terhadap mertuanya, DM (50). 

Perbuatan bejat NS terhadap mertuanya tersebut terancam hukuman pidana sembilan tahun penjara. 

Kasus tersebut kini ditangani oleh Propam dan Reskrim unit Pidana Umum (Pidum)

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, menegaskan untuk menangani anak buahnya yang melanggar aturan, ia tidak tebang pilih.

“Penyidik tidak akan tebang pilih atau pilih kasih. Baik di Propam maupun Reskrim tetap profesional,” tandasnya, Selasa (31/3/2020).

Sejauh ini, kata kapolres baru mendengar keterangan dari para saksi, dan tentunya nanti dari versi terlapor.

“Kami selalu kroscek untuk memastikannya," ujarnya, seperti dilansir dari Surya dalam artikel "Oknum Polisi yang Mencabuli Mertua Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara".

Lanjut Kapolres, siapapun anggota yang salah akan dihukum (punishment). Namun siapa yang berbuat baik akan diberi penghargaan atau reward.

"Untuk penanganan kasus ini, penyidik menerapkan pasal 289 KUHP dengan UU KDRT," ucapnya.

Sejauh ini kapolres mengaku baru menerima keterangan bahwa korbannya adalah satu. Yaitu, mertua dari oknum pelaku.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved