Proyek Fisik yang Dananya Bersumber dari DAK di Karangasem Dihentikan Sementara

Penghentian proses pengadaan baraang, dan jasa dari DAK sesuai surat dari Kementerian Keuangan.

Tribun Bali/Saiful Rohim
Proyek pembangunan gedung Pasar Amlapura Barat, Kelurahan/Kecamatan Karangasem, Bali, Rabu (25/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Sejumlah proyek fisik di Pemkab  Karangasem yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dihentikan sementara, dan selanjutnya menunggu keputusan pemerintah pusat.

Penghentian proses pengadaan  baraang, dan jasa dari DAK sesuai surat dari Kementerian Keuangan.

Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Wayan Surata Jaya mengungkapkan, pengadaan barang/jasa dari DAK tahun 2020 dihentikan akibat merebaknya Corona  Virus Disease (COVID - 19) dibeberapa daerah.

Penghentian dimulai dari tanggal 27 Maret 2020.

Merdeka Belajar Ala Komunitas Belajar English Corner di Desa Sidatapa Kecamatan Banjar,Buleleng Bali

Seorang Warga Berstatus PDP, Desa Selulung Kintamani Bangli Lakukan Karantina Wilayah

Ditambahkan, untuk Bidang Bina Marga Dinas PUPR Karangasem, proyek bersumber dari DAK sebesar Rp 31.8 milliar lebih.

Meliputi meliputi kegiatan pembangunan fisik jalan, peengawasan, hingga survei kondisi. Tersebar dibeberapa Kecamatan di Karangasem. Seperti di Kecamatan Kubu.

"Tak semua Kecamatan di Karangasem mendapat pembangunan jalan lewat Dana Alokasi Khusus. Hanya beberapa saja. Seperti Keecamatan Selat tak dapat pembangunan jalan dari DAK,"ungkap Kabid Bina Marga, Surata Jaya, Rabu (1/4) siang.

Untuk pembangunan fisik yang bersumber dari non DAK tetap berjalan seperti biasa.

Misalnya pmbangunan lima jembatan di Karangasem bersumber APBD Tahun 2020, serta pemeliharaan jalan rutin.

"Dibidang  Bina Marga  paling banyak dapat DAK di PUPR,"imbuh  Surata Jaya.

Sedangkan pengadaan irigasi di Bidang Sumber Daya Air, Dinas PUPR Karangasem, bersumber dari DAK sekitar Rp 3.6 milliar lebih. Meliputi 6 program subbidang.

Satu diantaranya perbaikan dan rehabilitasi jaringan irigaasi,  seeperti saluran primer, bangunan sadap, & irigasi bangunan terjun.

 Untuk diketahui, beberapa kegiatan fisik bersumber dari DAK juga banyak  didapat oleh OPD lain.

Seperti di bidang PPL sekitar Rp 4 miliar lebih, Dinas Pariwisata sekitar Rp 4 milliar lebih, Industri Kecil Menengah Rp 6 milliar lebih,  Kelautaan & Perikanan sekitar Rp 1.2 milliar lebih, keselamatan jalan Rp 1.7 miliar.

Sementara itu, penghentian pengadaan barang dan jasa sesuai surat Kementerian Keuangan nomor S-247/MK/07/2020 berlaku  untuk semua Kabupaten / Kota, Provinsi se Indonesia. Penghentian pengadaan barang / jasa berlaku untuk semua bidang kecuali Bidang Kesehatan serta Bidang Pendidikan di daerah. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved