Corona di Bali

Tabanan Rencana Beli 5.000 Rapid Test, Prioritaskan ODP dan Tenaga Medis

Pemkab Tabanan berencana akan mengadakan rapid test corona sebanyak 5.000 unit

Pixabay
Ilustrasi tes virus corona - Tabanan Rencana Beli 5.000 Rapid Test, Prioritaskan ODP dan Tenaga Medis 

Tabanan Rencana Beli 5.000 Rapid Test, Prioritaskan ODP dan Tenaga Medis

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pemkab Tabanan berencana akan mengadakan rapid test corona sebanyak 5.000 unit.

Saat ini pemerintah sedang menggali informasi terkait pembelian rapid test, serta masih menghitung berapa anggaran yang diperlukan.

Sebelum pengadaan rapid test tersebut, Pemkab Tabanan sudah mendapatkan bantuan sekitar 300 unit dari pemerintah pusat.

Rinciannya, 100 unit digunakan di BRSU Tabanan, dan 200 unit dikelola oleh Dinas Kesehatan Tabanan untuk menyasar daerah seperti Desa Kukuh Kerambitan dan Banjar Tuakilang, Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan. Sebab, alat ini diprioritaskan untuk ODP sesuai kategori dalam laporan dan tracking wilayah yg ditenggarai banyak warga punya kontak dengN pasien positif Corona. Intinya, bantuan tersebut diprioritaskan kepada masyarakat yang saat ini statusnya Orang Dalam Pemantauan (ODP).

"Rencananya Pemkab Tabanan akan membeli rapid test sebanyak 5.000 unit. Tapi saat ini kami masih berproses dan masih menggali informasinya. Yang jelas diprioritaskan kepada ODP serta tenaga medis tentunya dan pihak terkait," jelas Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Tabanan yakni Kepala Dinas Komunukasi dan Informatika I Putu Dian Setiawan, Rabu (1/4/2020).

Dian melanjutkan, namun saat ini dari jumlah itu sudah dibantu pemerintah pusat sebanyak 300 unit.

Jumlah rapid test sebanyak 300 ini diprioritaskan pada orang yang memiliki status Orang Dalam Pemantuan (ODP), dan saat ini sudah digunakan oleh petugas.

Disinggung mengenai anggaran, Dian mengatakan masih mencari informasi, sebab sifat alat rapid test ini masih belum ada yang menjual secara umum atau masih monopoli.

“Jumlah anggaran untuk pembelian juga masih dihitung, masalah rapid test ini monopoli, jadi masih cari info,” tegas Dian Setiawan.

(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved