Antisipasi Penyebaran Corona, 3 Napi di Buleleng Bebas Bersyarat

Tiga orang warga binaan di Lapas Kelas IIB Singaraja pada Kamis (2/4/2020) pagi mendapatkan hak integrasi berupa bebas bersyarat, atau keluar lebih ce

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Enam warga binaan Lapas Kelas IIB Singaraja mendapatkan bebas bersyarat dan cuti bersyarat, pada Kamis (2/4/2020) pagi. Ini dilakukan berdasarkan keputusan Kemenkumham, untuk menekan penyebaran virus corona. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Tiga orang warga binaan di Lapas Kelas IIB Singaraja pada Kamis (2/4/2020) pagi mendapatkan hak integrasi berupa bebas bersyarat, atau keluar lebih cepat dari waktu yang seharusnya.

Ini berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020, tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimiliasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Kalapas Kelas IIB Singaraja, Mut Zaini mengatakan, selain ada tiga napi yang bebas bersyarat, pada Kamis ini juga ada tiga napi yang mendapatkan cuti bersyarat.

Kemudian, ada 23 orang napi lainnya yang juga bakal mendapatkan bebas bersyarat atau cuti bersyarat, namun masih menunggu verifikasi berkas dari Bapas Kelas I Denpasar.

Roro Fitria Dikabarkan Bebas, Ini Rekam Jejak Kasusnya Sejak Ditangkap Pada Tahun 2018

Kasus DBD di Badung Terus Meningkat Hingga 89 Persen, Ada Meninggal Satu Orang

Kapolsek Kembangan Dicopot Setelah Gelar Resepsi Mewah, Dinilai Langgar Maklumat Kapolri

Mut Zaini menjelaskan, bebas bersyarat diberikan kepada tiga napi karena telah menjalani dua per tiga masa pidana, berkelakuan baik selama menjalani masa pidana, serta telah mengikuti program pembinaan dengan baik.

"Sementara untuk tiga napi lainnya yang mendapatkan cuti bersyarat, diberikan karena hukumannya di bawah 1 tahun enam bulan, dan tentu berkelakuan baik. Mereka juga dipulangkan ke rumah masing-masing, tidak diperkenankan keluar rumah, mereka harus isolasi diri di rumah sampai tanggal integrasi yang bersangkutan keluar. Nanti dari pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) yang mengawasi mereka di rumah," terangnya.

Sementara salah satu napi Wayan Darmadi (52) mengaku sangat senang mendapatkan bebas bersyarat ini.

Pria yang sempat terjerat kasus illegal logging ini mulanya dihukum selama delapan bulan penjara, dan rencananya bebas pada bulan Mei mendatang.

Umat Islam di Bali Diimbau Laksanakan Doa Bersama Pukul 18.00 Wita, Doa Ini yang Harus Dilantunkan

Keuskupan Denpasar Galang Aksi Solidaritas Umat Bantu Warga Terdampak Covid-19

Namun atas adanya Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI ini, Darmadi akhirnya bebas lebih cepat dari waktu yang seharusnya.

Dari pantauan di Lapas, pria yang beralamat di Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt ini dijemput oleh keluarganya, dan langsung dibawa pulang ke rumah.

"Astungkara saya senang. Sampai di rumah harus tinggal dan diam di rumah dulu, sampai benar-benar dinyatakan bebas oleh LP," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved