Corona di bali

Beredar Video Viral Diduga Korban Covid-19, Ketua Satgas Covid-19 Gianyar Sebut Tidak Ada Laporan

Dalam rekaman berdurasi 32 detik tersebut, terlihat mobil ambuans dan aparat kepolisian yang mengatur lalu lintas. Situasi lalu lintas

Istimewa
ILUSTRASI Evakuasi jenazah korban menggunakan protap penanganan Covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sebuah rekaman amatir beredar di sejumlah WhatApp Grup (WAG) terkait diduga adanya korban virus Covid-19, di Jalan Raya Batubulan, Kecamatan Sukawati, Rabu (1/4/2020) sore.

Dalam rekaman berdurasi 32 detik tersebut, terlihat mobil ambuans dan aparat kepolisian yang mengatur lalu lintas. Situasi lalu lintas juga terpantau padat.

“Sekarang sudah dibawa amulans, yang terjangkit virus corona di Jalan Gianyar Batubulan. Orang tampak banyak mendekat, sebenarnya tidak boleh. Sore ini (pukul) setengah tujuh,” ujar orang yang diduga pengambi video tersebut.

Namun dalam video tidak dijelaskan pasien masih hidup atau telah meninggal, dan dibawa ke rumah sakit mana.

Para Seniman Bali Turut Gerakkan Imbauan ‘Di Rumah Saja’ Melalui Karya

Puluhan Ton Beras Gratis Dibagikan Kepada Krama Batuan Gianyar Ditengah Pandemi Covid-19

Kepala Satgas Covid-19 Gianyar, Made Gde Wisnu Wijaya saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2020), sudah mengetahui adanya video tersebut.

Namun Wisnu mengatakan pihaknya tidak membenarkan ataupun menyatakan video tersebut hoax.

Namun ia menyatakan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan adanya pasien diduga terjangkut virus corona di Batubulan tersebut.

“Sampai sekarang tidak laporan ke saya,” ujarnya singkat.

Saat ini, Pemkab Gianyar terus melakukan upaya dalam menghadapi Covid-19. Tidak hanya menghadapi dari segi kesehatan, tetapi juga dari segi kesiapan pangan.

Pada Rabu (1/4), Satgas Covid-19 Gianyar menggelar rapat terbatas untuk persiapan jika terjadi lockdown.

Dalam rapat tersebut terungkap, kebutuhan beras di Kabupaten Gianyar masih aman hingga dua bulan ke depan.

Namun untuk menjaga ketersediaan beras selama dua bulan itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bulog.

“Permasalahannya, bila ke depan kejadiannya melebihi dari perkiraan, jika beras tidak ada itu yang menjadi masalah. Meski ada uang, jika tidak ada barang, sama saja tidak bisa berbuat apa. Kami akan koordinasikan hal ini dengan Bulog,” tandasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved