Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Bantuan Dermawan Mengalir ke RSUD Sanjiwani

Sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19, RSUD Sanjiwani Gianyar mendapatkan perhatian masyarakat.

Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Bantuan Dermawan Mengalir ke RSUD Sanjiwani
net
Ilustrasi masker

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19, RSUD Sanjiwani Gianyar mendapatkan perhatian masyarakat.

Meskipun sampai saat ini belum ada pasien positif yang dirawat di rumah sakit milik Pemkab Gianyar ini, namun sejak beberapa hari, bantuan para darmawan telah disalurkan.

Mulai dari masker hingga makanan.

Berdasarkan Pemkab Gianyar, Kamis (2/4/2020) pukul 14/16 Wita, saat ini di Kabupaten Gianyar terdapat dua orang pasien positif Covid-19 yang saat ini dirawat di RSUP Sangah.

Sementara jumlah ODP sebanyak 694 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 15 orang, dan orang tanpa gelaja (OTG) 45 orang.

Kasus DBD di Badung Terus Meningkat Hingga 89 Persen, Ada Meninggal Satu Orang

Kuta Selatan Badung Diguncang Gempa Bumi M 4,3 SR, Tak Berpotensi Tsunami

Umat Islam di Bali Diimbau Laksanakan Doa Bersama Pukul 18.00 Wita, Doa Ini yang Harus Dilantunkan

Di luar pasien positif ini, mereka ditangani oleh tenaga medis RSUD Sanjiwani, sehingga bantuan atau dukungan masyarakat sangat dibutuhkan oleh tenaga medis RSUD Sanjiwani.

Kabid Humas RSUD Sanjiwani, Anak Agung Gede Putra Parwata, Kamis (2/4/2020) mengatakan, sejak beberapa hari lalu, pihaknya telah banyak mendapatkan perhatian masyarakat.

Mulai dari masker, makanan ringan dan makanan.

Pihaknya telah memiliki tempat khusus untuk bantuan-bantuan ini.

“Untuk snack dan makanan langsung dibagikan ke petugas yang menangani Covid-19. Terkait masker, kami sudah memiliki tempat khusus,” ujarnya.

Isu Tunda Bayar Pajak Kendaraan & Perpanjang STNK Selama Darurat Covid-19, Ini Kata Pihak Polda Bali

PDAM Denpasar Berikan Perpanjangan Batas Waktu Pembayaran Air, Tak Ada Keringanan Bagi Pelanggan

Sekjen PBB Sebut Virus Corona Sebagai Tantangan Terberat sejak Perang Dunia II

Namun ia menegaskan, sampai saat ini stok masker atau alat pelindung diri (APD) yang dimiliki, masih dikatakan cukup.

Meski demikian, tidak seorang pun yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir, sehingga pihaknya tetap membuka pintu bantuan dari masyarakat.

“Kita tidak bisa perkirakan kebutuhan masker itu berapa, sehingga masker masih tetap diperlukan,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved