Menggandeng Yayasan Kaki Kita, Rumah Plastik di Buleleng Produksi Furniture Berbahan Sampah Plastik

Pemilik Rumah Plastik di Buleleng, Putu Eka Darmawan sejak awal bulan Februari 2020 tengah serius menekuni pembuatan meja dengan menggunakan sampah

Putu Eka Darmawan
Putu Eka Darmawan sedang menunjukkan furniture yang dibuatnya berbahan dasar plastik 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemilik Rumah Plastik di Buleleng, Putu Eka Darmawan sejak awal bulan Februari 2020 tengah serius menekuni pembuatan meja dengan menggunakan sampah plastik sebagai bahan utamanya.

Menggandeng Yayasan Kaki Kita, mereka pun bekerja sama dalam memproduksi pembuatan meja unik tersebut.

Sampai saat ini, pihaknya telah memproduksi meja-meja dengan 2 tipe meja, yakni tipe dilebur jadi papan dan tipe mix dengan resin serta dengan harga yang bervariasi.

Putu Eka Darmawan menyebutkan bahwa bervariasinya harga tergantung dari desain hingga model dari meja tersebut.

Adapun range harga yang dibandrol yakni mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta.

Roro Fitria Dikabarkan Bebas, Ini Rekam Jejak Kasusnya Sejak Ditangkap Pada Tahun 2018

Kasus DBD di Badung Terus Meningkat Hingga 89 Persen, Ada Meninggal Satu Orang

Kapolsek Kembangan Dicopot Setelah Gelar Resepsi Mewah, Dinilai Langgar Maklumat Kapolri

Ketika dihubungi Tribun Bali, Putu Eka Darmawan menyebutkan bahwa ini merupakan salah satu peluang bisnis yang menguntungkan mengingat selama beberapa waktu belakangan ini masyarakat semakin banyak yang menggemari eco product friendly.

Namun menurutnya, masih banyak masyarakat yang kurang memahami keunggulan dari meja uniknya ini.

Putu Eka Darmawan menyebutkan bahwa plastik tidak akan mudah patah karena telah didesain berbentuk papan, kemudian meja ini tidak akan dimakan rayap dan plastik sendiri memiliki daya tahan yang bagus terhadap cuaca.

Dengan hadirnya inovasi dan memiliki nilai jual ini, Putu Eka Darmawan berharap agar langkahnya ini dapat memberikan pengaruh yang positif bagi semua pihak baik bagi Bank Sampah khususnya Bank Sampah Galang Panji dan Yayasan Kaki Kita.

Kuta Selatan Badung Diguncang Gempa Bumi M 4,3 SR, Tak Berpotensi Tsunami

Korban Meninggal Akibat Virus Corona Atau Covid-19 di AS Capai 5.116 Orang, Naik 2.108 dalam 2 Hari

Prakiraan Cuaca Tiga Hari Kedepan, Wilayah Bali Masih Berpotensi Turun Hujan

Bagi Tribunners yang penasaran dengan proses pembuatan hingga tampilan akhir meja unik karya Putu Eka Darmawan dan Yayasan Kaki Kita, Tribunners bisa mencari berbagai informasinya di akun Facebook pribadi dari Putu Eka Darmawan.

Selain furniture, ke depannya ia dan Yayasan Kaki Kita ingin mendesain dan memproduksi kaki palsu yang berbahan dasar sampah plastik.

"Karena kalau beli kaki palsu kisarannya ada yang dari Rp 15 juta-Rp 23 juta per biji dan ini pastinya akan sulit untuk dibeli oleh teman-teman yang tidak mampu. Jadi sasaran kami, kami akan buat kaki palsu dari sampah plastik," jelasnya.

"Maksimal harga untuk kaki palsu tersebut akan kita drop biaya perawatan sekitar Rp 3 juta. Dan kalau semua faktor sudah klop, kami rencananya akan memberikan secara gratis bagi difabel," tambahnya. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved