Pemkot Denpasar Imbau ODP di Wilayah Denpasar Lakukan Rapid Tes di RSUD Wangaya

"Kita harapkan yang odp-odp ini agar diketahui hasilnya secepatnya, sementara alat rapid test-nya yang baru datang berjumlah 200 kit" ujar Dewa Gede

Pixabay
Ilustrasi tes virus corona 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Pemerintah Kota Denpasar adakan rapid test pada Selasa (31/3/2020) di RSUD Wangaya.

Yang menjadi prioritas dari rapid test ini adalah pasien dalam pengawasan, dan orang dalam pemantauan.

Selanjutnya petugas medis yang menjadi garda terdepan.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan, terdapat enam orang yang mengikuti rapid test ini selama dua hari, dan hasilnya negatif semua.

Dari keenam orang tersebut dua orang diantaranya merupakan pasien dalam pengawasan dan empat orang lainnya merupakan orang dalam pemantauan.

Ikut Perangi Corona, Demokrat dan PSR Door to Door Lakukan Penyemprotan Disinfektan Se-Bali

965 Gempa Bumi Guncang Indonesia Selama Bulan Maret 2020

Maret 2020 Bali Inflasi 0,12 Persen, Dipengaruhi Tanaman Hortikultura dan Angkutan Udara

"Untuk ODP orangnya datang langsung ke RSUD Wangaya. Kita harapkan yang odp-odp ini agar diketahui hasilnya secepatnya, sementara alat rapid test-nya yang baru datang berjumlah 200 kit. Untuk rapid test ini gratis tidak dipungut biaya. Dan kita akan sasar odp-odp khususnya di Kota Denpasar," ujar, Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai pada, Kamis (2/4/2020).

Karena ODP diisolasi dirumah masing-masing, ia mengharapkan mereka untuk datang untuk mengikuti rapid test.

Jika memang kondisinya tidak memungkinkan untuk datang ke rumah sakit, maka akan dijemput ke rumah.

"Selain itu jika terdapat pasien yang datang ke RSUD Wangaya dengan keluhan seperti Covid-19, maka juga akan dilakukan rapid tes. Kita harapkan warga yang sudah masuk kategori odp, agar memeriksakan diri dan melakukan rapid test ke RSUD Wangaya," tambahnya.

Wabup Suiasa Pimpin Penyemprotan Disinfektan di Ungasan, Harapkan Kesadaran & Kebersamaan Masyarakat

Satpol PP Badung Sidak Pasar Tradisional dan Toko Modern, Sosialisasi Pembatasan Jam Operasional

Dewa menambahkan, maka dari itu diperlukan kejujuran dan kedisiplinan dari warga-warga yang dalam pemantauan Covid-19.

Kejujuran yang dimaksud adalah seperti sejak kapan mengalami gejala seperti itu, riwayat perjalanannya kemana saja agar mudah dilacak berapa orang yang melakukan kontak.

Sebab dengan kejujuran petugas bisa menjadi lebih hati-hati.

Karena ketika pasien yang datang ke rumah sakit tidak semua para petugas medis menggunakan APD karena ketersediaan APD yang terbatas dan harganya yang juga melonjak naik.

Sementara, akibat pandemi Covid-19 ini Pemerintah Kota Denpasar bukan hanya melarang para warga untuk mudik ke luar Bali, melainkan juga bagi warga yang akan melakukan pulang kampung yang masih di area Provinsi Bali juga tetap diimbau agar tidak bepergian. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved