Corona di Bali

Pengamat Nilai Penolakan Jenazah Korban Covid-19 Terlalu Berlebihan,Pemerintah & Tokoh Harus Edukasi

Iya bahwa kurang edukasi kepada masyarakat, mengedukasi masyarakat yang sedang berkembang memang tidak mudah

Twitter via Al Jazeera
ILUSTRASI tangkap rekaman dari sebuah video yang beredar di Weibo, China, memperlihatkan mayat yang diduga korban virus corona tergeletak di selasar rumah sakit di Wuhan. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Menanggapi kasus–kasus penolakan penguburan jenazah Covid-19 untuk dikuburkan di tempat pemakaman lingkungan masyarakat dinilai sebagai kurangnya edukasi oleh pemerintah dan sikap berlebihan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Pengamat Sosial Universitas Udayana Bali, Gusti Bagus Suka Arjawa kepada Tribun Bali, Kamis (2/4/2020)

“Iya bahwa kurang edukasi kepada masyarakat, mengedukasi masyarakat yang sedang berkembang memang tidak mudah,” katanya.

Berkaca dari Singapura, sejak tahun 1965 awal merdeka sudah diedukasi pola perilaku masyarakatnya.

Niat Membantu Atur Lalu Lintas di Perumahan Tojan Indah Klungkung, Kadek Swastika Justru Kena Bogem

Keluhkan Sesak Nafas dan Demam, Hendro Ditemukan Meninggal di Kamar Kosnya di Dalung Kuta Utara

“Seperti tidak bersin sembarangan, tidak meludah sembarangan, dan itu perlu belasan tahun baru sadar,” katanya

Begitu juga di Bali, Jalan Gajah Mada Kumbasari yang dahulunya kumuh sekarang bisa tertata serapih ini, semua karena edukasi.

“Tahun 70 an banyak sekali babi berkeliaran, ayam, anjing, penuh kotoran, pemerintah di Bali membutuhkan waktu 20 tahun untuk menyadarkan masyarakat akan hal itu sampai seperti ini,” ucapnya

Lanjutnya, edukasi masyarakat terkait penguburan jenazah Covid-19 harus dilakukan sampai tingkat bawah secara terstruktur melibatkan orang berkependidikan, media, tokoh masyarakat secara berkesinambungan. Tidak bisa hanya sekilas.

“Melalui televisi, sosial media, dan lain sebagainya, bahwa sebenarnya mengubur jenazah Covid-19 sudah sesuai prosedur penanganan yang tepat, ada petugas khusus, secara teoritis sudah hilang virusnya, jelaskan itu kepada masyarakat,” bebernya.

Halaman
12
Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved