Umat Hindu Lakukan Persembahyangan Serentak Pukul 18.00 WITA Dengan Banten Pejati & Nasi Wongwongan

Hal ini dimaksudkan sebagai upaya untuk penolak bala secara niskala agar wabah virus corona atau covid-19 segera berakhir.

Tribun Bali/Putu Supartika
Ilustrasi orang sembahyang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hari ini, Kamis (2/4/2020) umat Hindu di seluruh Bali diimbau melaksanakan persembahyangan secara serentak pada pukul 18.00 Wita.

Persembahyangan ini dilaksanakan di rumah atau di merajan masing-masing.

Hal ini dimaksudkan sebagai upaya untuk penolak bala secara niskala agar wabah virus corona atau covid-19 segera berakhir.

Dikonfirmasi Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan selain umat Hindu, umat lain apapun agamanya juga melakukan doa bersama secara serentak pada pukul 18.00 Wita.

“Kalau doa sporadis kan sudah, sekarang serentak tidak memandang agaman apapun untuk seluruh Bali melaksanakan doa bersama ini pada waktu yang sama. Supaya cepat virus ini berlalu kita harus tempuh jalan ini, ini dari Pak Gubernur yang menyampaikan bersama FKUB,” kata Sudiana saat dikonfirmasi Rabu (1/4/2020) petang.

Khusus untuk umat Hindu, dibarengi dengan mempersembahkan banten pejati yang dilengkapi dengan bungkak nyuh gading atau nyuh gadang di merajan.

Sementara itu untuk dilebuh pekarangan menghaturkan nasi wong-wongan, ulam bawang jahe, dan uyah (garam), beralaskan ujung atau muncuk daun pisang (don telujungan).

Ketentuannya yakni untuk kepala nasi wong-wongan berwarna putih, tangan kanan merah, tangan kiri kuning, badan manca warna dan kaki berwarna hitam.

Sudiana mengatakan, sumber dari upakara yang dipersembahkan ini termuat dalam Lontar Rogha Sanghara Bumi.

“Kalau itu sudah termuat dalam sastra, dalam lontar Rogha Sanghara Gumi, kelapa ijo atau gading itu kan sebagai peleburan atau penyudamalaan,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved