Corona di Bali

Bupati Jembrana Minta Banyuwangi Larang Warga Masuk Bali, Warga yang Nekat akan Dipulangkan

Bupati Jembrana Minta Banyuwangi Larang Warga Masuk Bali, Warga yang Nekat akan Dipulangkan

Istimewa
Foto: Pengecekan Pelabuhan Gilimanuk oleh Bupati Jembrana I Putu Artha, Selasa (31/3/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Bupati Jembrana, I Putu Artha meminta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkoordinasi dengan pihak ASDP Ketapang untuk melarang warga masuk ke Bali.

Seperti diketahui, Pemkab Jembrana mengambil langkah tegas melarang setiap warga luar Bali, terutama yang berasal dari zona merah dan tidak memiliki tujuan jelas untuk masuk ke wilayah Bali.

Para pendatang yang tetap nekat ke Bali lewat Pelabuhan Gilimanuk akan dipulangkan.

Sejak sebulan lalu, sudah sekitar 52 orang warga luar Bali yang dipulangkan.

Bupati Artha menyatakan, bahwa Pelabuhan Gilimanuk itu sebagai gerbang atau panggung Bali.

Pelabuhan Gilimanuk menjadi bagian dari wilayah Pemkab Jembrana.

Seiring dengan itu, maka Pemkab Jembrana bertanggungjawab dengan keluar dan masuknya orang dan barang melalui pelabuhan tersebut.

Artha mengatakan, seharusnya protap yang diterapkan di Pelabuhan Gilimanuk seharusnya sama dengan protap yang berlaku di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

"Meskipun ini berbeda dalam pemerintahan provinsi, tapi kan imbauan Pemerintah Pusat seperti itu. Jadi sebaiknya memang di Gilimanuk kami bersikap warga zona merah dilarang masuk Bali. Maka sebenarnya Ketapang juga memberlakukan hal tersebut," ucap Artha, Jumat (3/4/2020) saat ditemui awak media di ruang tunggu kantor Bupati Jembrana.

Artha menyebut, bahwa sinkronasi kebijakan antara Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk harus dilakukan.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved