Heboh Pernikahan Syekh Puji dengan Bocah 7 Tahun Asal Magelang: Terancam 20 Tahun Penjara & Kebiri

Sosok Pujiono Cahyo Widiyanto atau yang dikenal dengan Syekh Puji (54) kembali dilaporkan ke Polda Jawa Tengah oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak

istimewa/kompas.com via Tribunwow
Pujiono Cahyo Widiyanto alias Syekh Puji 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARANG - Kabar mengejutkan itu datang dari Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. 

Sosok Pujiono Cahyo Widiyanto atau yang dikenal dengan Syekh Puji (54) kembali dilaporkan ke Polda Jawa Tengah oleh Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak atas dugaan tindak kejahatan kekerasan seksual. 

Syeh Puji yang dikenal tajir dan pemilik dari pondok pesantren Miftahul Jannah Pudjiono, Bedono, Jambu, Kabupaten Semarang ini dilaporkan telah menikahi siri anak di bawah umur yang baru menginjak usia 7 tahun berinisial D, warga Grabag, Magelang, pada Juli 2016. 

Menengok lebih jauh, Syeh Puji yang dikenal sebagai saudagar kerajinan kuningan ini pada Oktober 2008 lalu juga membuat kabar heboh dengan menikahi Lutfiana Ulfa seorang anak berusia 12 tahun.  

Pernikahan itu pun menuai protes dari berbagai pihak, meski pihak keluarga menerima dengan ikhlas.

Syekh Puji kini terancam hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun atas tindakannya tersebut.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Jawa Tengah Endar Susilo mengatakan, sekitar bulan November 2019 dirinya mendapat pengaduan dari 3 anggota keluarga besar Syekh Puji, yaitu Joko Lelono atau Jack dan 2 keponakan Syekh Puji, yaitu Wahyu dan Apri Cahyo Widianto.

"Apri ikut menjadi saksi pernikahan siri antara Syekh Puji dengan D pada Juli 2016 yang saat itu masih berusia 7 tahun.

Ia menceritakan secara jelas dan berurutan kronologis kejadian pernikahan siri tersebut kepada saya," jelas Endar dalam keterangan yang diterima, Kamis (2/4/2020).

Endar melanjutkan, Apri mengaku ditelepon oleh Syekh Puji untuk diundang datang menjadi salah satu saksi pernikahan siri antara Syekh Puji dengan D.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved