Corona di Bali

PMI yang Tiba di Bandara Ngurah Rai Wajib Rapid Test, 4 Penerbangan Akan Tiba di Bali Hari Ini

Protokol yang dimaksud diantaranya ketika WNI datang ke Indonesia dari 10 Negara epicentrum baru COVID-19 dan untuk Bali ditambah satu Negara

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana kemarin di kedatangan terminal internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai saat WNI ABK Kapal tiba dan dilakukan proses screening. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali di kedatangan terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, oleh Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali wajib mengikuti protokol dari Kemenlu.

Protokol yang dimaksud diantaranya ketika WNI datang ke Indonesia dari 10 Negara epicentrum baru COVID-19 dan untuk Bali ditambah satu Negara yakni Amerika Serikat menjadi totalnya 11 Negara.

“Ketika di Pusat hanya disebutkan 10 Negara terinfeksi kita di Bali menambah satu lagi yaitu Amerika Serikat sehingga menjadi 11 Negara. WNI dalam kategori ABK PMI yang berasal dari 11 Negara itu kita lakukan screening dan semuanya masuk kategori Karantina,” ungkap Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali I Made Rentin, Jumat (3/4/2020) seizin Kasatgas.

Kendati mereka (WNI ABK Kapal) membawa HAC atau Health Alert Card, membawa surat keterangan sehat bebas COVID-19 dan dicek kesehatannya tetapi oleh Satgas dilakukan screen satu tahap lagi.

BREAKING NEWS: Dua ODP Positif Setelah Jalani Rapid Tes Jadi PDP di Jembrana

Ringankan Beban Anggota, Paguyuban Sopir Transportasi Padangtegal Kelod Ubud Bagikan Sembako

Status ODP Meningkat Jadi 137 Orang, Pemkot Denpasar Kembali Ingatkan Warga

Satu tahap screening yang dimaksud adalah kami wajibkan mereka dilakukan rapid test.

Dimana pelaksanaan rapid test dikategorikan dalam dua hal ketika mereka datang dalam satu pesawat jumlahnya diatas 150 orang tentu kita berbicara kapasitas tempat karantina.

Kebijakan Satgas kita lakukan rapid test di terminal kedatangan internasional sebelum pemeriksaan keimigrasian.

“Kita sudah lakukan rapid test langsung di kedatangan internasional untuk ratusan WNI ABK Kapal. Tapi pelaksanaan rapid tes kategori kedua yakni jika mereka tiba di Bandara diatas pukul 20.00 Wita malam kebijakan Satgas mereka dibawa ke tempat karantina untuk menjalani rapid test,” ungkap Made Rentin.

Ia berharap untuk PMI asal Bali seluruhnya hasil rapid test nya negatif dan   sirkulasi masuk keluar di karantina tidak over load mengingat keterbatasan kapasitas tempat karantina.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved