Corona di Indonesia

Covid-19 dan Hambatan Komunikasi

Harus diakui bahwa banyak informasi yang berbeda tentang karakteristik virus dan cara-cara mengatasinya.

Freepik
Ilustrasi gejala Corona 

Covid-19 dan Hambatan Komunikasi

Oleh: Ir Berton H Turnip MSi
(Konsultan Pengembangan Masyarakat di Suluh Insan Lestari)

PEMERINTAH sudah tiga pekan mengeluarkan anjuran untuk melakukan beberapa tindakan untuk mengurangi penularan Covid-19.

Tindakan-tindakan itu antara lain: mengurangi kontak fisik dengan orang lain dengan menjaga jarak antar orang (sebelumnya disebut dengan istilah social distancing, tetapi kemudian diganti dengan istilah yang lebih tepat, yaitu physical distancing); menghindari keramaian orang; belajar, bekerja dan beribadah di rumah; sering mencuci tangan dengan sabun di bawah air yang mengalir atau dengan hand sanitizer; memakai masker pelindung ketika keluar rumah; berjemur di bawah matahari antara jam 10-11 pagi; dan lain-lain.

Dalam beberapa WhatsApp group yang penulis ikuti, banyak anggota group yang posting tentang anak-anak muda yang masih berkeliaran dan berkumpul-kumpul di pinggir jalan atau di kafe tempat nongkrong pada malam hari.

Anak-anak muda ini tidak menjaga jarak di antara mereka, dan tidak melakukan semua yang dianjurkan untuk melindungi diri mereka atau orang lain di sekitar mereka.

Banyak anggota group WA yang tanpa berpikir panjang menuduh orang-orang muda itu bodoh atau keras kepala atau tidak perduli terhadap keselamatan dirinya sendiri dan keselamatan orang lain.

Sebagai seorang yang belajar tentang psikologi pendidikan dan banyak bergerak di bidang pendidikan, penulis merasa bahwa kemungkinan pertama sangat kecil kemungkinannya.

Penulis selalu mengatakan bahwa tidak ada orang yang bodoh.

Semua anak, dan karena itu semua orang yang pernah menjadi anak, adalah pintar.

Halaman
1234
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved