Breaking News:

Corona di Bali

Golkar Minta Kadernya Aktif Bantu Tugas Desa Adat Cegah dan Tanggulangi Pandemi Corona di Bali

Golkar menginstruksikan kadernya di daerah untuk membantu tugas-tugas desa adat dalam mencegah dan menanggulangi Corona di Bali

Istimewa/DLHK Denpasar
Penyemprotan disinfektan di Kecamatan Denpasar Barat, Bali. Golkar Minta Kadernya Aktif Bantu Tugas Desa Adat Cegah dan Tanggulangi Pandemi Corona di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pandemi virus corona Covid-19 semakin membuat resah masyarakat.

Bahkan, untuk menanggulangi pandemi tersebut, Pemprov Bali sampai melibatkan desa adat untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Ini terlihat dalam pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Gotong Royong Penanggulangan Covid-19 Berbasis Desa Adat.

Pembentukan satgas tersebut disambut baik berbagai pihak, salah satunya DPD Golkar Bali.

Ketua DPD I Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry menginstruksikan para kadernya di daerah untuk bersama-sama berpartisipasi membantu tugas-tugas desa adat dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran virus Corona.

Selain itu, pihaknya juga memberikan masukan agar Satgas Gotong Royong Penanggulangan Covid-19 ini ditunjang dengan kemampuan anggaran.

Oleh sebab itu, pihaknya mendukung langkah Pemprov Bali yang membolehkan desa adat memanfaatkan anggaran desa adat untuk keperluan itu.

Begitu juga dengan desa dinas melalui APBDes.

“Karena bagaimana pun desa adat ini ujung tombak di Bali, memang benar-benar efektif. Khususnya dalam menjalankan tugas pengawasan dan pengendalian di lingkungan desa adat masing-masing. Apalagi untuk memastikan physical distancing benar-benar diterapkan masyarakat secara disiplin,” ujar Sugawa Korry, Jumat (3/4/2020).

Menurutnya, saat ini para prajuru adat memiliki tugas yang tidak sedikit dalam membantu mencegah dan menanggulangi pandemi tersebut.

Mulai dari mengedukasi arahan pemerintah terkat physical distancing kepada masyarakat.

Termasuk pengawasan dan pengendalian terhadap masyarakat.

“Termasuk mengawasi pekerja migran yang diwajibkan menjalani isolasi (karantina) mandiri,” imbuhnya.

Pihaknya juga memberikan catatan agar Pemprov Bali memperhatikan ketersediaan ruang yang cukup untuk merawat pasien positif Corona maupun pasien dalam pengawasan (PDP), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

“Yang paling penting, kami tetap mengingatkan tenaga medis harus dilengkapi dengan APD. Kemudian insentif bagi mereka, termasuk pihak-pihak yang dikonsentrasikan di bandara dan pelabuhan, mulai dipikirkan untuk dianggarkan sebagai bentuk apresiasi,” tegas Sugawa Korry yang juga Wakil Ketua DPRD Bali ini.

Di sisi lain, pihaknya di internal partai juga akan tetap mendukung kegiatan penanggulangan dan pencegahan Covid-19.

Salah satunya dengan mengampanyekan Pola Hidup Bersih dan Sehat, penerapan physical distancing, serta membagikan hand sanitizer maupun masker, baik kepada para tenaga medis maupun masyarakat.

“Untuk hand sanitizer sudah lebih dari 200 galon kami serahkan ke masyarakat melalui para kader. Baik yang di pengurus maupun fraksi seluruh Bali. Kami pilih opsi membeli hand sanitizer karena untuk membuat harus mempertimbangkan faktor keamanan juga. Nanti dari satu galon itu dibagi lagi ke botol-botol kecil,” sebutnya.

Sampai saat ini, sambungnya, jajaran partainya masih terus melakukan pemesanan.

Karena saat ini, hand sanitizer termasuk barang langka.

“Karena ketersediaannya terbatas, yang kami dapatkan terbatas juga. Tapi kami tetap inden. Nanti kalau sudah datang dibagikan lagi ke masyarakat,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Ragil Armando
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved