Breaking News:

Corona di Bali

Pemprov Bali Lakukan Rapid Test Semua Pendatang yang Masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk

Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali mengambil langkah kebijakan untuk melakukan rapid test kepada setiap orang yang menyeberang

Pixabay
Ilustrasi tes virus corona 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali mengambil langkah kebijakan untuk melakukan rapid test kepada setiap orang yang menyeberang menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Hal tersebut disampaikan melalui siaran live streaming hari ini, Sabtu (4/4/2020), oleh Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Adapun langkah-langkah kebijakan yang dilakukan oleh Satgas pada hari ini selain melakukan rapid test kepada semua pendatang di Pelabuhan Gilimanuk, Satgas juga terus memperkuat pelapisan screening atau pemeriksaan terhadap para anak buah kapal (ABK) yang baru pulang dari luar negeri.

“Setiap hari mulai pagi, siang, sore, malam terus berdatangan (pekerja migran). Kami juga terus ketat melakukan pemeriksaan di Bandara Ngurah Rai,” terangnya.

Profil Yayasan Kaki Kita, Fokus pada Perawatan Pasien Kencing Manis Hingga Pemberdayaan Kaum Difabel

Italia Gunakan Robot untuk Layani dan Rawat Pasien Covid-19

Polresta Denpasar Bagikan Hand Sanitizer Kepada Masyarakat Untuk Pencegahan Covid-19

Dewa Made Indra selaku Ketua Satgas telah melakukan peninjauan lapangan ke Pelabuhan Gilimanuk untuk melihat sekaligus memastikan proses pemeriksaan di Pelabuhan Gilimanuk sudah dilakukan dengan baik.

Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Gilimanuk, dirinya telah menambahkan upaya-upaya untuk penguatan pemeriksaan.

“Saya sampaikan tadi kepada Bapak Bupati Jembrana dan juga Satgas bahwa mulai hari ini semua para pendatang dari daerah seberang yang menyeberang ke Gilimanuk sepanjang berasal dari daerah-daerah yang terjangkit, maka tidak cukup dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan termo gun dan wawancara oleh petugas KKP, kami tambahkan dengan pemeriksaan rapid test,” papar Dewa Made Indra.

Jika sebelumnya pemeriksaan rapid test di Gilimanuk hanya untuk orang-orang bersuhu tubuh 38 derajat Celcius lebih, mulai tadi sore pihaknya meminta semua yang datang atau masuk ke pulau Bali melalui Gilimanuk dari daerah-daerah terjangkit di luar Bali entah sehat atau memiliki suhu tubuhnya normal, tetap akan dilakukan rapid test.

Bukan tanpa alasan, hal ini dilakukan bertujuan untuk meyakinkan semua masyarakat bahwa yang masuk ke Bali ini melalui pintu Gilimanuk adalah orang “aman” dari Covid-19.

“Ini penting untuk membangun keyakinan dan kepercayaan masyarakat Bali, bahwa meskipun Pelabuhan Gilimanuk tetap dibuka secara terbatas, namun orang-orang yang masuk sudah diperiksa dengan baik. Sehingga peluang masuknya orang yang terinfeksi Covid-19 ini dapat kita perkecil sekecil mungkin. Jadi itulah upaya yang kita lakukan pada hari ini,” simpulnya.

Lebih jauh Dewa Made Indra menerangkan bahwa di tingkat desa kini ada dua posko, yakni posko desa (secara dinas) dan Satgas gotong-royong berbasis desa adat. Keduanya diharapkan berintegrasi menjadi satu-kesatuan.

“Jika kedua ini bersinergi, akan tercipta optimisme yang kuat. Jika desa bisa menggunakan dana desanya, dan desa adat bisa menggunakan dana desa adatnya untuk bersama-sama demi pencegahan dan penanganan covid-19, tentu ini akan menguatkan upaya pencegahan covid-19 ini,” imbuhnya.

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengimbau para ABK yang baru saja pulang dari luar negeri untuk melakukan karantina mandiri di rumah selama 14  hari di rumah masing-masing secara tertib dan disiplin.

Bahwa saat ini ABK dan pekerja migran lainnya tidak saja menjadi pahlawan devisa melainkan juga pahlawan kemanusiaan dengan jalan isolasi mandiri dengan tanggung jawab.

Sedangkan untuk masyarakat Bali diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar dan membatasi keluar rumah.

 Jika sedang melakukan aktivitas di luar rumah sangat disarankan memakai masker termasuk menjaga jarak dengan orang lain (physical distancing).

Masyarakat juga diingatkan untuk rajin mencuci tangan pada air mengalir dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved