Sempat Berpesan Ini, Penumpang Bus Nusa Indah di Jatim Meninggal Mendadak, Evakuasi Kenakan Hazmat

evakuasi jenazah di dalam bus PO Puspa Indah dengan nopol N 7365 UE tersebut mengerahkan sejumlah petugas medis mengenakan baju hazmat coat atau baju

Surya/Didik Mashudi
Foto petugas pakai baju hazmat saat mengevakuasi penumpang yang meninggal di bus Puspa Indah. 

TRIBUN-BALI.COM, KEDIRI - Meninggalnya seorang penumpang bus PO Puspa Indah secara mendadak di Jawa Timur membuat sopir dan kondektur berinsiatif langsung melaporkan ke pihak kepolisian.

Mengantisipasi hal yang tak diinginkan, proses evakuasi jenazah di dalam bus PO Puspa Indah dengan nopol N 7365 UE tersebut mengerahkan sejumlah petugas medis mengenakan baju hazmat coat atau baju hazmat, Sabtu (4/4/2020).  

Dilansir Tribun Bali via Surya, identitas penumpang yang meninggal tersebut adalah Candra Taufiqur Rahman (42) asal desa Kayen Lor, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur

Korban yang naik bus dari Terminal Landungsari, Kota Malang diketahui meninggal oleh awak bus saat bus jurusan Malang - Jombang tiba di Perempatan Kandangan.

Sebelum berangkat, korban dan penumpang lainnya telah melalui pemeriksaan suhu badan menggunakan Thermometer dan penyemprotan disinfektan oleh pihak Terminal Landungsari Malang.

Dari penjelasan awak bus, saat dalam perjalanan korban masih berbicara dengan kondektur jika akan turun di Kandangan.

Malahan sempat berpesan kalau tertidur mohon dibangunkan.

Sewaktu bus sudah tiba di Perempatan Kandangan, korban dibangunkan oleh kondektur ternyata sudah meninggal dunia.

Mengetahui kejadian itu, sopir dan kondektur bus melaporkan ke Mapolsek Kandangan.

Kasubag Humas Polres Kediri AKP Purnomo menjelaskan, sejumlah saksi yang dimintai keterangan menyebutkan, korban tidak ada keluhan atau minta tolong kepada sopir, kernet dan penumpang lainnya.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved